Menikmati Sunyi yang Indah di Gunung Sepikul Sukoharjo

Banyak destinasi tersembunyi di alam Sukoharjo yang belum banyak diketahui kaum traveler. Baru-baru ini baru ngehits suatu tempat wisata alam yang keren, gunung sepikul atau lebih cocok disebut bukit sepikul. Lokasinya berada di desa Gentan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah.


Beberapa waktu lalu saya dan blogger tampan dari Surabaya, Kang Zuki membuktikan kerennya gunung ini. Sekitar 1,5 jam perjalanan dari Solo menuju gunung sepikul dengan sepeda motor matic. Karena memang menuju kesana kami hanya bermodal google maps dan sesekali bertanya pada orang. Menurut informasi, panorama di gunung sepikul sempurna di kunjungi pada sore hari saat alam mulai diselimuti jingganya warna senja. Tapi kami yang memang suka hal berbeda mendatangi tempat tersebut justru di pagi hari. Belum ada jam 8 kami sudah parkir motor di lahan parkir yang belum ada tukang parkirnya. Jadi yang seharusnya ada biaya parkir motor sebesar 2000 rupiah kami tidak harus melakukan kewajiban tersebut.


Langsung kami mulai pendakian, tidak membutuhkan banyak tenaga atau keterampilan khusus untuk mendaki gunung sepikul. Kemiringan sekitar 40-60 derajat hanya sedikit membuat ngos-ngosan sekedarnya saja.  Medannya relatif berbatu, sebagian ada tanah yang licin juga jadi tetap harus berhati-hati. Untuk tiba di puncak sebenarnya hanya membutuhkan waktu sebentar, mungkin sekitar 20menit. Tapi karena kami memang menikmati perjalanannya jadi sebentar-sebentar berhenti dan mengambil beberapa foto sembari menunggu kabutnya hilang.


Menurut cerita rakyat, gunung ini disebut gunung sepikul karena gunung ini sebenarnya kembar. Disebelahnya ada gunung serupa yang terpisahkan oleh sawah dan jalan. Jadi seolah dua gunung ini adalah beban pikulan. Selain itu juga ada cerita lain tentang gunung ini. Awalnya gunung ini adalah batu sebagai bahan yang digunakan pangeran Bandung Bondowoso untuk membangun seribu candi dalam semalam. Seribu candi itu akan dipersembahkan kepada Roro Jonggrang sebagai syarat diterimanya cinta sang pangeran. Karena memang sang putri tidak mencintai pangeran jadi sang putri melakukan cara licik untuk menggagalkan usaha sang pangeran. Suasana pagi hari dibuatnya lebih cepat tiba agar candi yang dibuat Bandung Bondowoso itu tidak berhasil sampai seribu. Karena sang pangeran membuat candi dengan bantuan jin yang hanya bisa bekerja di malam hari, spontan para jin menghentikan kegiatannya dan meninggalkan batu-batu yang dibawanya begitu saja. Salah duanya saat ini membentuk bukit sepikul yang kami kunjungi ini. Cinta memang kadang serepot dan serumit itu :D


Dibalik cerita rakyatnya, ada fakta tentang gunung ini. Tempat ini pernah menjadi lokasi syuting pendekar yang memiliki jurus kunyuk melempar buah, bersenjata andalan kapak naga geni dengan kode akses 212. Yups benar, Wiro sableng murid dari Sinto gendeng. Pendekar idola generasi 80-90an.


Terlepas dari fakta dan cerita rakyatnya, gunung ini bisa menyihir pengunjungnya untuk betah berlama-lama di sana. Setelah kabut tersingkap, terlihat petakan-petakan sawah yang hijau di bagian bawah dan seluas mata memandang disejajarkan dengan pemandangan gunung dan bukit. Dimanjakan memang menyenangkan dan cinta itu berawal dari mata. Lalu disini mata yang dimanjakan dengan tenangnya, bagaimana saya tidak jatuh cinta pada penciptanya.



Walaupun betah tapi terik matahari yang mulai cekit-cekit di kulit membuat kami memutuskan untuk segera turun. Baiklah, pagi yang menyenangkan cukup untuk menentukan mood sepanjang hari. Setelah kunjungan, saya sepakat dengan informasi yang saya peroleh bahwa disana adalah tempat yang layak disebut keren. Jika ingin membuktikannya juga, silahkan mengunjungi gunung sepikul ini juga. Happy traveling (^.^,).

Related Posts

4 comments: