Yang Tak Akan Terulang Menemani Yang Sedang Menuju Pulang

Waktu. Bagianku paling berharga dari seluruh yang diberikan. Kadang aku hargai dan kadang aku mencaci. Entah lebih banyak dibagian mana diantara keduanya.


Dua puluh empat jam aku rasa semenit. Tapi pernah juga merasa terlalu banyak sisa-sisa menit. Sering berkata, "Cepat sekali waktu berlalu dan berganti" Tapi juga pernah berkata, "Kenapa waktu terasa seperti tak berkurang."

Ku putuskan duduk saja dulu disini. Melepas lelah dan pikuknya pikiran. Menghembuskan bagian-bagian yang pernah dilalui kemarin. Untuk memberikan ruang saat menghela kisah-kisah baru. 

Kemudian membiarkan mataku mulai menyoroti sekelilingku. Beberapa menit ku mulai sadar. Oh.. ternyata aku sudah tidak berada di anak tangga yang kemarin. 

Tak tahu bagaimana, selama ini aku merayap ke bagian lain yang lebih tinggi. Aku sadari itu setelah makin jauh jarak pandangku ke bagian dasar. Makin banyak angin yang datang menyambar.

Runtutan hal-hal kemarin yang tak mau ditinggal. Berhambur terbawa angin disekelebatan mata yang berubah kuyu. Mata yang terbuka biasa, tapi sorotnya entah kemana. 

Angin mengguncangnya kesana kemari, hal-hal kemarin itu tadi. Entah seperti apa yang orang bilang tentang pahit-manis kehidupan itu tepatnya. Tapi sesaat itulah beraneka rasa kemarin seperti terasa di tenggorokanku. Saat sambaran demi sambaran kisah silih berganti.

Aku masih mengingatnya disaat-saat tertentu. Walaupun tak berencana selalu mengingat atau melupakan. Tapi aku masih saja mengingat, mungkin akan mengingatnya sampai aku lupa.

Aku tidak tahu sejak kapan aku sadar atas diriku. Hari-hari kemarin aku merasa, aku hanya sedang menjalani kehidupan. Tanpa tahu arah jelas tapak langkah yang dituju. Aku tak ingat kapan aku mulai tahu, bahwa aku ini sedang melepas waktu yang  sedang mengiringiku pulang.

Melepas waktu yang menjadi jatahku. Selalu, tanpa aku menyadari apa yang sudah aku miliki dan seberapa banyak aku menyukurinya. Berapa lama memupuk ego yang menyempitkan hati. Beberapa kali akhirnya aku dipentung sang guru takdir saking bebalnya.

Tapi hari ini, entah sejak kapan aku mulai mengenali diri. Sudah lebih tahu kedudukanku dibanding sebelumnya. Untungnya, hari ini aku masih menggenggam sisa waktuku. Waktu yang aku masih tak tahu cara mengukur berapa banyak sisanya.

Aku masih sedikit mengenali. Karena masih saja ada yg membuatku bingung, mauku ini sebenarnya apa. Kemampuanku yang paling ulung masih tentang menyalahkan keadaan. Tanpa tahu bagian mana yang seharusnya aku ambil sebagai materi pelajaran hidup.

Semua yang terjadi sudah menjadi kisahku. Efek dari komentar sekitar mungkin hanya sedikit mempengaruhi. Aku sudah terlanjur terbentuk seperti sekarang. Aku tak akan memaksa diterima tapi juga tak berharap dikucilkan.

Mohon ambil saja pelajaran dari kisah baik dan burukku. Buatlah jangan sampai seperti aku yang salah. Contoh saja yang baik dariku jika kau mau. Tapi semua hal yang tidak bisa diubah dariku, tolong jangan dijadikan suatu masalah. Cukup terima saja dengan meluaskan dada. 

Sejalan dengan taburan waktuku setiap waktu. Aku masih terus belajar mengenali diri sendiri. Mengeja kode-kode dari kepingan peristiwa. Kadang salah kadang malah sangat salah. Karena dari kesalahan, aku baru mau belajar.

Syukurlah, aku masih bisa menyapamu sekarang. Aku masih punya waktu dalam genggamku. Mari berdoa yang terbaik, kali ini khusus untukku. Agar aku tak semakin lalai pada hidupku. Karena kurasakan sepertinya genggamanku semakin mengecil. 

Pun sama denganmu, dalam dudukku saat ini ku doakan keikhlasan hati selalu menjadi milikmu. Agar kau selalu dapat menerima segala yang terbaik dariNya yang menjadi jatahmu. Amiiin.. Bagaimana rasanya, setelah saling mengamini doa? Baiklah. Salam bahagia. Perempuan April. ^_^

Kenyamanan Menonton dengan TV LED Panasonic yang Berkualitas

Seiring perkembangan zaman yang sekarang ini semakin pesat. Semua serba mudah dan alat yang digunakan adalah penemuan yang selalu diperbarui. 

Bagaimana dulu segalanya masih harus dilakukan secara konvensional. Tapi semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi menjadikan kemudahan bagi manusia dalam kesehariannya.

Untuk mengerjakan tugas rumah tangga, mendapatkan informasi terbaru saat ini sangatlah mudah. Karena makin banyaknya produk dan pembaruan dari brand tertentu.

Salah satu media yang sangat membantu memperoleh informasi dan hiburan adalah televisi. Hampir tiap rumah memiliki alat ini. Malah kadang satu rumah mempunyai lebih dari satu televisi di dalamnya.

Seperti orang tua saya di rumah misalnya. Setelah seharian sibuk dengan rutinitasnya masing-masing, maka saat malam adalah waktu yang sangat cocok untuk mendapat hiburan. 

Favoritnya setiap malam adalah menonton sinetron sebagai hiburan yang murah dan menyenangkan. Kadang-kadang juga geregetan karena adegan di sinetronnya memancing emosi.

Terkadang juga ada suasana yang menggelitik di saat tertentu. Saat acara yang diminati ibu tidak sama dengan ayah. Jadi perebutan channel kadang juga terjadi. 

Untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan diputuskan untuk beli satu unit televisi lagi khusus untuk ibu. Kemudian setelah dilakukan cek dan ricek spesifikasi berbagai tipe dan merk. Akhirnya ditetapkan pilihan TV LED Panasonic.

Sumber: panasonic.com

Hal itu berdasarkan beberapa pertimbangan. Apa saja itu? Coba saya ceritakan apa yang menjadi pertimbangan ibu saat itu.  

Desain televisi terus mengalami perubahan lebih modern


Saya masih merasakan beberapa perkembangan model televisi dari masa ke masa. Perkembangan televisi mengalami perubahan  yang sangat signifikan. 

Dulu televisi hanya berwarna hitam putih. Semua gambar hanya kontras antara hitam dan putih saja. Tidak ada warna lain yang terlihat. Tapi tetap saja menjadi suatu sarana hiburan yang sangat digemari walaupun masih terbatas jumlahnya.

Cara pengoperasian pun menggunakan tombol yang hanya tersedia dan menempel pada televisi. Kadang untuk mengganti saluran acaranya jadi kurang sopan, karena menggunakan kaki untuk menekan tombolnya.

Bentuk yang digunakan juga menggunakan bahan kayu yang terlihat lebar. Ketika disimpan di ruangan terlihat mempersempit karena besar. Tabung belakangnya menjadikannya tidak efisien tempat.

Sumber: panasonic.id

Namun, sekarang televisi tersebut mungkin sudah menjadi TV antik yang hanya dijadikan koleksi saja. Menjadi pajangan atau properti sebagai pendukung fotografi.

Di era sekarang adalah zamannya televisi yang ramping. Tidak banyak memakan tempat dan mudah dipindah-pindah. Televisi yang disebut dengan TV LED dengan desain ramping dan tipis serta ringan namun tetap dengan kemampuan yang mumpuni. 

Perkembangan teknologi dan gaya hidup menjadikan selera desain televisi juga lebih praktis dan elegan. Berdampak pada perubahan bentuk, model sampai pada fungsi televisi era masa kini. Hal ini adalah perimbangan ibu memilih desain LED ini.

Kualitas Audio Visual dan Resolusi Gambar yang Ciamik


Dengan teknologi masa kini televisi tersebut merupakan salah satu hasil teknologi yang canggih.  Menghasilkan audio visual dengan kualitas yang mantap. Resolusi gambarnya juga HD, sehingga memberikan kualitas gambar yang sangat tajam.

Sumber: panasonictv.id

Hal ini sudah dibuktikan ibu saat bersilaturahmi ke beberapa rumah kerabatnya yang memiliki televisi LED Panasonic ini. Ternyata tidak sedikit yang memilikinya. 

Panasonic merupakan Produsen yang Terpercaya 


Perkembangan dari masa ke masa televisi tidak terlepas dari produsen yang memberikan sumbangsih terhadap perkembangan teknologi saat ini. 

Panasonic merupakan perusahaan yang memberikan pelayanan dari tahun ke tahun yang memberikan pengetahuan berupa mampu menghadirkan jendela dunia melalui dunia televisi yang bisa dinikmati di rumah. 

Kini Panasonic juga ikut dengan perkembangan zaman mengeluarkan produk-produk teranyarnya. Munculnya kebutuhan televisi yang canggih dan elegan konsumen akhirnya televisi LED sudah diluncurkan.

Televisi yang saat ini masih menjadi incaran masyarakat yaitu televisi LED. Kualitasnya tidak perlu diragukan lagi dan harga terjangkau bagi masyarakat Indonesia. Tak heran bila pemiliknya tidak hanya sedikit. Karena televisi LED dari Panasonic ini masih dinilai sebagai tv murah tapi sangat awet.

Keunggulan Televisi LED Panasonic


Televisi LED panasonic adalah televisi dengan kualitas yang sangat bagus. Kemudahan untuk servis juga dirasakan dengan service centre tersedia di mana-mana. Suku cadang murah serta kualitas produk yang bandel sehingga televisi sangat awet.

Perkembangan televisi dari masa ke masa dengan tetap fungsi sebagai hiburan dan salah satu alat untuk mendapatkan informasi yang tetap digemari oleh masyarakat.

Untuk memenuhi kebutuhan hiburan maupun informasi berita dengan menggunakan televisi sekarang ini paling baik menggunakan TV LED karena televisi tersebut dengan bentuk yang ramping.

Dilengkapi dengan fitur penyimpanan eksternal seperti flashdisk 


Kualitas gambar yang tajam, fitur yang mumpuni tidak didapatkan di tv cembung sebelumnya. Karena Televisi LED dari Panasonic dengan keunggulannya memungkinkan untuk memutar berbagai media lain. 

Televisi ini dapat memutar  video, audio dan gambar yang ditransfer melalui penyimpanan eksternal seperti flashdisk. Jadi kemudahan untuk mendapat hiburan lain menjadi lebih mudah hanya dengan satu buah televisi pintar.

***

Akhirnya rumah menjadi tenang dan damai karena ayah dan ibu bisa memperoleh hiburan yang sesuai dengan kesukaannya. Tentu saja karena ibu adalah sang ratu di rumah, jadi harus diberikan fasilitas kenyamanan yang terbaik di rumah. 

Semuanya bisa diwujudkan dengan adanya televisi LED dari Panasonic ini. Karena dengan kualitas unggulannya dapat memperoleh segala yang diperlukan. Sehingga penilaian atas TV murah berkualitas bagus disematkan pada televisi LED Panasonic ini.

Jarang Piknik, Lakukan Tips Mengusir Bosan yang Mudah dan murah Ini


Rutinitas harian yang monoton, kadang memunculkan perasaan bosan. Itu-itu saja setiap hari yang diulang. Dimulai dengan bangun pagi, stalking, berangkat kerja,  terjebak macet, pulang, galau, sampai akhirnya tidur dan diulang ke awal lagi.

Rasa jenuh muncul karena belum ada suasana pengganti dari kegiatan rutin. Selalu berkutat dengan sibuk ini itu. Rencana bepergian belum bisa memungkinkan karena beberapa hal.

Bisa karena waktu luang yang tidak banyak atau juga tidak ada partner untuk bepergian. Sebagian orang tidak terbiasa pergi sendirian. Jadi memilih tinggal di rumah kalau memang tidak ada teman yang bisa diajak keluar piknik atau sekedar jajan.

Hal-hal yang selalu dilakukan itu tadi akhirnya semakin membuat rasa jenuh makin menjadi-jadi. Butuh semacam terapi untuk mengganti perasaan tersebut.

Kata-kata yang menyatakan bahwa bahagia adalah pilihan memang benar. Jadi ketika merasa tidak bahagia, jenuh, bosan. Itu semua adalah masalah di dalam diri sendiri. Solusinya, kita harus menemukan bagaimana cara membahagiakan diri sendiri.

Banyak jalan dan berbeda-beda cara untuk memperoleh kebahagiaan. Masing-masing orang pasti punya versinya sendiri-sendiri. Ada yang hanya melihat video lucu sudah girang setengah sadar. Atau ada yang bahagia dengan berbelanja menghabiskan uang yang menumpuk di atm.

Bisa juga dengan berjogging. Baca: Jogging Sebagai Hiburan Murah dan Menyehatkan


Sebenarnya untuk membahagiakan diri sendiri, ada cara yang paling mudah dan murah. Bisa dilakukan seharian di rumah saat libur yang hanya sehari. Tapi juga bisa dilakukan setelah rutinitas kerja diselesaikan. Intinya kan membuat bahagia diri sendiri sehingga perasaan tenang dan nyaman terasa kembali.

Santap makanan dan minuman yang disukai


Kalau perut kenyang, pasti rasanya tenang. Apalagi setelah menyantap hidangan yang sesuai selera. Sesekali manjakan lidah anda dengan menu favorit. Menu sederhana saja tidak perlu yang mahal. Walaupun yang dikonsumsi adalah makanan berat, bila hanya sesekali dimakan tentu tidak beresiko membahayakan.

Minuman Bahagia :)

Kalau saya, menu favorit yang sederhana adalah makanan yang berbumbu kacang atau bersantan pedas. Karena banyak macam varian makanan berbumbu kacang dan santan, saya dengan mudah bisa menyantap makanan favorit.

Untuk minuman, saya suka minum kopi atau coklat panas. Jadi diantara keduanya bisa dipilih salah satu untuk jadi minuman bahagia. :D

Membersihkan tempat paling nyaman untuk digunakan relaksasi


Kalau anak kost, kegiatan ini mudah sekali dilakukan. Karena proses bersih-bersih cuma dilakukan di satu kamar saja. Tapi untuk yang tinggal di rumah juga tidak perlu membersihkan seluruh bagian rumah. Cukup pilih satu tempat yang dirasa paling nyaman untuk bersantai.

Biasanya sih tetap kamar yang dirasa tempat paling nyaman. Kalau memang bukan di kamar bisa di ruang keluarga atau tempat yang lain. Tentu saja jangan memilih tempat yang berbahaya, di atap misalnya.

Tempat bersih, suasana juga bersih 

Bersihkan semua area tersebut, mulai dari mengelap debu-debu, menyapu sampai mengepel dengan cairan pembersih yang harum. Karena tempat yang bersih akan memunculkan pikiran yang bersih juga. Sehingga perasaan yang bersih dan bahagia juga akan mudah dirasa.

Mandi keramas dengan sabun dan shampo beraroma favorit


Setelah prosesi bersih-bersih pasti tubuh akan berkeringat. Sambil menunggu keringat hilang, duduk dan luluran saja dulu. Pilih lulur untuk badan yang paling disukai.

Saat tubuh berkeringat, proses luluran bisa dibilang waktu paling efektif. Saat daki semua rontok, bisa memancing perasaan bahagia. Karena beban tubuh berkurang, walaupun hanya 0,000000001367 gram. :)

Mandi keramas

Lanjut mandi setelah keringat di badan hilang. Durasi mandi bisa dilakukan agak lebih lama dari biasanya. Kalau biasanya hanya butuh 4,6 menit dengan siram, sabunan, lalu bilas. Untuk kegiatan ini butuh waktu yang sedikit lebih lama.

Saat mandi dengan aroma-aroma favorit, lakukan pijatan-pijatan kecil di badan dan kepala. Ya terserah kalau mau mainan busa sambil cengengesan. Tapi tidak harus seperti itu.

Merendam kaki dengan air hangat dan luluran wajah


Kegiatan mandi keramas selesai dilakukan, kemudian lanjut terapi selanjutnya. Merendam kaki dengan air hangat dan menggunakan masker wajah.

Merendam kaki dilakukan 15-30 menit saja cukup. Kaki yang terendam akan mendapat sensasi pijatan refleksi yang nyaman.

Merendam kaki

Masker wajah bisa menggunakan masker alami atau produk yang dibeli di toko. Pilih masker yang cocok untuk kulit kita. Kalau saya biasanya membuat masker alami. Memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di kulkas. Sayur atau buah-buahan segar. :)

Setelah masker sudah diaplikasikan di wajah dan kaki terendam di air hangat. Buatlah tubuh merasa sangat nyaman. Duduk bersandar di kursi sambil terpejam dengan kelopak mata tertutup potongan ketimun dingin.

Santai aja dulu gaes

Bisa dilengkapi dengan memutar lagu-lagu kesayangan dan lilin aroma terapi kalau punya. Perasaan nyaman mudah menyapa disaat-saat seperti ini.

Bila dirasa sudah cukup dan air rendaman juga sudah dingin. Kegiatan bisa diakhiri, dengan membersihkan wajah dari sisa masker dan membereskan peralatan terapi tadi.

Menatap kaca sambil tersenyum lalu bersyukur


Ketika semua kegiatan di atas selesai dilakukan. Hal yang menjadi puncak terapi membahagiakan diri adalah memuji diri sendiri.

Karena setelah kegiatan memanjakan diri yang sudah dilakukan. Tentunya tubuh menjadi lebih bersih dan harum. Aroma harum ini yang akan memancing perasaan bahagia muncul.

Terimakasih, kamu. :)

Kemudian menghadap ke cermin, pandangi setiap detail diri sendiri. Nilai diri sendiri dengan angka yang sangat tinggi, mengagumi betapa berbahagianya diri kita. Sambil tersenyum manis berkatalah, "Alhamdulillah. Terimakasih." :)

***
Semua kegiatan di atas bisa dilakukan baik wanita maupun pria. Sisihkan beberapa waktu untuk menyayangi diri sendiri. Beri perlakuan khusus untuk merasa bahagia kembali.

Rekomendasi waktu melaksanakan kegiatan itu adalah saat libur. Walaupun hanya sehari, itu cukup untuk memanjakan diri sendiri.

Untuk yang tinggal di kost sangat cocok, karena gangguan menciptakan suasana tenang hanya sedikit. Gangguan yang dimaksud adalah adanya anggota keluarga lain bila dilakukan di rumah.

Misalnya sedang asyik-asyiknya mandi, digedor karena harus bergantian. Jadi dikhawatirkan malah semakin bad mood. Pilihlah waktu dimana anggota keluarga sudah jarang menggunakan kamar mandi.
Atau sedang manis-manisnya tersenyum di depan cermin, ada ayah atau ibu yang melihat. Kan malu. :D

Sekian Tips mengusir bosan yang murah dan mudah ini. Semoga bermanfaat. Tersenyum dan berbagialah, karena kita tak selalu sadar. Bahwa senyum kita bisa saja menular pada orang yang melihatnya. :)

Kota Solo, Kota yang Paling Nyaman Ditinggali dan Rinduable


Pernah menjadi perantau yang tinggal di kota lain, tepatnya Kota Surakarta atau Kota Solo. Menuntut ilmu yang sebenarnya tidak bersalah. Sudah 1 tahun lebih meninggalkan kota penuh cerita itu karena ilmu sudah tertuntut.

Kota Solo


Sekarang yang sering menggelayuti adalah rasa rindu suasananya. Sering baper alias bawa perasaan kalau lihat galeri foto dengan latar kota budaya ini. Ingin rasanya walau sebentar berkunjung kesana kalau sedang dipuncak-puncaknya rindu.

Tapi karena aktifitas dan hal lain tidak memungkinkan kesana walau hanya sebentar. Apa boleh buat. Tunggu momen yang pas saja suatu saat nanti untuk berkunjung, agar rindu bisa terbayar.

Di kota solo, banyak hal yang bisa membuat betah untuk tinggal. Kalau yang pernah kesana dan sempat tinggal beberapa hari, pasti tahu apa yang saya maksud. Belum lama ini terdengar kabar, Solo dinobatkan sebagai kota di Indonesia yang paling nyaman untuk dihuni dengan persentase 66,9. Walaupun nilainya turun dari 69,38 ditahun 2014 lalu tapi Kota Solo masih konsisten dipilih warganya.

Mengalahkan enam kota lain sebagai pesaingnya. Yaitu Banjarmasin, Tangerang selatan, Semarang, Denpasar, Balikpapan, dan Palembang. Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Indonesia, awalnya mensurvei 19 provinsi dan 26 kota di Indonesia sepanjang tahun 2017 lalu.

Hasil survei itu hasil dari beberapa tinjauan dan pendapat dari 100-200 responden, yang merupakan warga asli Solo. Memang di Solo ada hal yang menjadi alasan untuk betah tinggal. Apa saja itu? Coba saya beri gambarannya dari pengalaman pribadi.

Warga Solo Sangat Ramah dan Bersahabat


Salah satu hasil survei yang menobatkan Solo sebagai kota ternyaman untuk ditinggali adalah kemasyarakatannya. Dari pendapat Walikota Solo yang sedang menjabat saat ini FX Hadi Rudyatmo, Solo dapat mengelola kemajemukannya dengan baik.

Masyarakat bergaul tidak membeda-bedakan antara suku, golongan dan agama. Rasa peduli dan semangat gotong royong masih terus dipertahankan warganya.

Pernah punya beberapa teman perempuan yang suaranya lemah lembut bahkan nyaris tidak terdengar. Walaupun beberapa bukan keturunan jawa, tapi karena kekhasannya jadilah julukan putri Solo di sematkan pada mereka.

Teman-teman yang usil sering menggoda dengan menirukan gayanya berbicara. Yang paling teringat mereka menirunya begini, "Heiii jangan gangguin aku terus laah, tak tembak kamu nanti mak jedoorr." Dilengkapi tangan membentuk pistol dengan gerakan slow motion. Padahal kan nggak gitu-gitu juga. :D

Dari alasan itu, dulu saya sudah memprediksi sebelum berangkat ke kota ini. Orang-orang di Solo itu pasti sangat ramah dan lemah lembut. Ternyata benar, setibanya disana suasananya sangat bersahabat. Keramahtamahan penduduknya sangat terasa. Dengan begitu saya setuju dengan hasil survei IAP tersebut.

Penataan Kota Solo Sudah Baik dan Rapi


Nilai lebih dari hasil survei kota paling nyaman untuk ditinggali juga diperoleh Kota Solo dari penataan kotanya. Infrastruktur yang baik dapat terlihat saat melintasi jalanan kota ini.

Sesuai dengan julukannya, Kota Solo sebagai Kota berseri. Dimana maksud berseri itu adalah bersih, sehat, rapi dan indah. Pada bagian ini juga membuat saya setuju Solo sebagai kota nyaman untuk ditinggali.

Sedikit saran tambahan, sebenarnya Solo bisa lebih lengkap dan mendapat nilai sempurna dari IAP. Bila kebiasaan oknum yang membuang sampah di sungai dapat diatasi. Berdasarkan pengalaman lagi, cerita banjir di beberapa tempat terjadi karena sungai meluap saat musim penghujan. Karena ada aliran sungainya tersumbat sampah.

Bukankah lagu legenda Bengawan Solo saat didengar memancing khayalan tentang aliran sungai yang indah? Namun saat melihat aslinya sekarang akan kecewa karena tidak sesuai ekspektasi.

Warna airnya kecoklatan, kadang menyembul bungkusan sampah terbawa aliran. Apalagi aliran Bengawan Solo yang sangat panjang dari Wonogiri. Kemungkinkan ada kiriman sampah juga dari sana.

Terlepas dari itu, tidak merubah kesepakatan bahwa Solo ditata dengan baik. Karena selama tinggal disana belum pernah mengalami kemacetan berjam-jam. Kecuali kalau kehabisan bahan bakar di tempat yang jauh dari penjualnya. :D

Makanan dan Pakaian di Kota Solo Relatif Murah


Biaya hidup di kota ini terbilang murah. Harga makanan dan sandangnya sangat terjangkau tapi dengan kualitas lumayan bagus. Tak heran kalau disana merupakan salah satu pusat grosir pakaian terbesar. Bertempat di PGS (pusat grosir Solo) atau Pasar Klewer.

Selama tinggal disana, untuk masalah hemat tidak perlu khawatir. Karena harga makanan di Solo murah dan porsinya juga standar di tempat lain. Malah kadang ada yang porsinya lebih banyak.

Tentu saja kalau itu makan dan membeli baju di tempat sederhana. Tapi kalau belanja pakaian di mall, pasti tidak jauh berbeda dengan harga di mall seluruh Indonesia. Atau makan di restoran cepat saji yang tersebar di seluruh kota besar di Indonesia. Sudah pasti harganya tidak beda jauh juga.

Untuk sekedar informasi, memilih rasa makanannya harus selektif. Karena untuk lidah yang terbiasa dengan rasa gurih atau asin, tidak akan cocok dengan masakan dominan manis. Makanan di solo, banyak yang selera masakannya berasa manis. Walaupun tidak semua, ada juga yang masakannya didominasi rasa asin dan pedas.

Malam di Solo adalah Malam yang Tenang


Jam 9 malam ke atas, di solo cocok digunakan untuk jam istirahat. Setelah seharian melakukan berbagai aktifitas. Walaupun berstatus kota tapi di jam itu jalanan sudah mulai sepi yang berlalu lalang. Hanya beberapa kendaraan yang melintas.

Tinggal di daerah kampus dan berstatus penuntut ilmu, membuat kewajiban belajar menjadi prioritas. Suasana malam yang tenang sangat pas dijadikan tempat untuk berkonsentrasi belajar, begadang mengerjakan tugas, berpikir dan tentu saja beristirahat.

***
Mungkin masih banyak lagi alasan yang menambah daya tarik Solo yang membuat nyaman untuk ditinggali. Poin di atas masih sebatas yang teringat saja.

Tapi secara pribadi, Kota Solo banyak membuat saya lebih mengenal diri sendiri. Banyak pola pikir saya berubah lebih baik saat tinggal disana. Banyak sifat yang kurang baik di masa lalu yang dapat saya jadikan rem diri sendiri agar tidak semakin menjadi-jadi.

Tempat yang tenang untuk banyak berpikir dan instropeksi diri. Banyak sifat yang berubah dari biasanya. Banyak kejadian penting juga yang terjadi saat berada disana. Alasan pribadi yang didukung suasana kota nyaman itu yang selalu membuat hati semakin rindu. Suatu hari, kita harus bernostalgia kembali. :)

Ternyata Benar, Kalau Bingung Jangan Lupa Pegangan

Sudah 2 minggu artikel blog belum diupdate. Padahal targetnya cuma posting satu artikel saja tiap minggunya, syukur bisa lebih. Sebagai pemenuhan target resolusi yang dibuat untuk tahun ini. Lah boro-boro lebih, satu saja masih menggantung tak kunjung kering bak jemuran di musim hujan.

Awalnya karena memang daya imun tubuh sedang menurun. Maka terdukunglah rasa malas yang selalu siap siaga menggoda. Ya karena memang harus istirahat juga agar cepat kembali fit (pembelaan).

Ada beberapa ide yang kemarin-kemarin sempat lewat di pikiran. Dan poin-poinnya sebagian sudah dipindah ke aplikasi note di hp. Sebagiannya lagi masih ada yang nangkring di pikiran. 

Nulis apa ya? -_-

Karena banyak ide yang hilir mudik,  keinginan mengembangkannya menjadi sebuah artikel makin besar. Tapi apa daya, sudah beberapa upaya dicoba. Tapi belum juga berhasil.

Mencoba menulis artikel dari list ide yang ada di note


Karena rasa rindu pada rumah sederhana dunia maya, perempuanapril.com jadi saya berusaha meng-update perabotnya. Perabot yang harus rutin diperbaharui tentu saja artikelnya.

Sebenarnya lebih cocok kalau sebuah artikel blog itu disebut  taman di depan rumah. Ketika dilihat orang lain yang singgah, bisa menciptakan suasana menyenangkan. Bahkan orang tak sengaja lewat sekilas saja bisa mendapat udara segarnya.


Mencoba mengembangkan sebuah ide menjadi artikel ternyata sulit, saat diri tidak benar-benar sehat. Satu dua paragraf jadi tapi tiba-tiba mentok kehilangan kata-kata untuk melanjutkan. Akhirnya menyerah pada satu artikel. Selang beberapa waktu coba lagi dengan ide yang berbeda. Tapi tetap berakhir sama, idenya mentok lagi. 

Sudah merasa tidak bisa melanjutkan semua ini. Akhirnya tutup note, letakkan hp, tidur (lagi) I. -_-

Mencari ide lain dari sosial media 


Belum sampai menyerah, karena saking berat rindunya. Mencoba cari ide lain, dari sosial media. Siapa tahu ide fresh yang tiba-tiba muncul akan lebih mudah ditakhlukan. 


Buka facebook berharap dapat pencerahan dari ribuan teman dan berbagai komunitas disana. Pengalaman juga pernah berhasil mengembangkan ide dari sana. Scroll ke bawah terus sampai bosan. Banyak yang menarik, tapi malah ide tak ada yang nempel sama sekali. Merasa gagal akhirnya tutup facebook.

Berganti sosial media lain, instagram. Masih tetap berharap menemukan pencerahan disana. Nonton upload-an foto dan video teman-teman dan intip-intip eksplor, disana seharusnya lebih banyak pancingan ide. Betah sih, tapi ide labas begitu saja.  Malah asik nonton video-video kuliner yang selalu mengancam gagalnya program diet yang akan dilakukan "besok".

Baiklah sepertinya di sosial media lain juga akan berakhir sama. Akhirnya diputuskan untuk tutup sosial media, letakkan hp, tidur (lagi) II. -_-"

Merefresh informasi dengan blogwalking 


Artikel belum berhasil ditelurkan tapi keinginan update artikel masih ada. Ambil hp lagi, buka akun google + yang isinya teman-teman blogger. Mulai berselancar disana. Karena tak mau ketinggalan informasi dan cerita yang dibagikan. Tentu saja sambil mencari-cari ide, siapa tahu ada yang menginspirasi.

Walaupun belum semuanya disambangi tapi sudah lebih fresh karena banyak yang baru dan seru. Apalagi postingan tentang jalan-jalan. Walaupun aslinya mupeng alias muka pengen tapi setidaknya mood menjadi segar setelah melihat foto yang ditampilkan di postingannya juga segar.


Tapi ya, belum juga ada ide yang bisa dikembangkan setelah blogwalking. Tapi keinginan membuat artikel makin besar lagi. Energi positifnya blogger terserap dengan baik. :D

***
Kiat-kiat yang terlintas di pikiran sudah dicoba untuk memancing ide keluar. Tapi ternyata belum juga berhasil menghasilkan sebuah artikel. Karena tetap ngeyel, maka dibukalah aplikasi note lagi. Coba ketik kalimat, dihapus lagi. Beberapa kali peristiwa ketik-hapus berlangsung. Akhirnya malah yang tertulis adalah satu kata, "BINGUNG".

Dari satu kata bingung lalu diteruskan jadi banyak kata-kata. Beberapa paragraf akhirnya terbentuk. Si bingung makin memiliki deskripsi yang spesifik. 

Dan.. loh.. kok.. malah jadi artikel.. :D
Walaupun seadanya tapi si kata bingung telah berkembang menjadi artikel. Ternyata benar, kalau bingung itu harus berpegangan sesuatu. Blogger bingung, pegangan hp lalu jadilah artikel :D
Terimakasih bing, saya akhirnya update. (*o*)9

Tetap Sayang dan Bangga Apapun Cerita dan Keadaannya Dulu

Berdasarkan hasil survey yang tidak ilmiah, dengan mengambil sampel dari saudara dan teman-teman di dunia nyata atau dunia bunda maya. Diperoleh hasil bahwa, doa yang selalu diutarakan kepada pengantin baru adalah "Samawa dan cepat dapat momongan ya :D"


Hal itu juga biasanya sesuai dengan harapan dari pasangan suami istri yang masih anget-angetnya ini. Mempunyai momongan tidak lama setelah menikah. Ya, walaupun ada juga malah yang udah nyicil diawal. Tapi artikel ini hanya akan membahas anak dari kisah yang wajar saja. Menikah lalu hamil dan punya anak.

Kehamilan pertama selalu mengundang haru untuk pasangan baru. Yah, wajar lah namanya masih perdana pasti bahagianya minta ampun. Bahkan ada juga yang saking bahagianya sampai menitikkan air mata. Apalagi kalau menantinya tidak sebentar dan sudah dilalui dengan berbagai usaha.

Biasanya si calon ibu kalau terharu, tangan kanan menunjukkan test pack bergaris 2 kepada suami. Sedangkan tangan kiri menutup mulutnya sambil menangis. Raut wajahnya jadi tidak karu-karuan. Karena menangis tapi sambil menahan senyum. Hidung kempas-kempis campur umbel dan matanya kriyip-kriyip berair. Duh, terharu banget pasti.

Ketika itu terjadi, calon ayahnya terbelalak dan melongo mulutnya tapi malah tidak ditutupi dengan tangan kirinya. Padahal ia meraih test pack itu hanya dengan tangan kanan. Hmmm.. Untung tidak ada lalat yang usil masuk ke mulut.

Untuk pengalaman ini, saya saksikan langsung 3 Tahun yang lalu. Mbak ipar dan abang pertama yang baru beberapa bulan menikah, akhirnya segera akan memiliki momongan. Anak pertama yang sudah ditunggu-tunggu kehadirannya.

Lalu yang terjadi adalah abang yang memang orangnya usil dan selalu berekspresi, langsung kegirangan. Dia teriak "Woooww" sambil matanya melotot ke test pack. Di Lanjut roll depan di kasur satu kali. Berdiri dan mengangkat kedua tangannya tinggi lalu dia bilang ke saya, "Aku hebat." Hahahhaha 


Setelah anak pertama yang berjenis kelamin laki-laki lahir, benar saja dia sangat dimanja. Karena dia sebagai cucu pertama diantara dua nenek dan dua kakeknya. Dimana-mana jadi idola.

Nah, karena sekarang anaknya sudah berusia tiga tahun. Seharusnya sudah cocok kalau punya adik lagi. Beberapa kali saya tanya, "Mbak kapan Gaza mau punya adik lagi?". "Waduh.. pengen sih, tapi agak nanti ajalah." Jawabnya.

Tiba-tiba muncul pikiran di dalam otak saya, memang kenapa sih kok anak kedua malah nanti-nanti aja? Waktu anak pertama diusahakan banget kan. Kenapa setelah anak pertama sepertinya anak selanjutnya tidak terlalu dinantikan. Ini tidak sampai benar-benar saya tanyakan, hanya dibatin saja.

Lain kasus lagi, dari beberapa teman dan abang kedua saya. Setelah kakak ipar melahirnya dan anaknya belum genap berusia satu tahun, istrinya sudah hamil lagi. Waktu saya tanya, "Wah kok cepet mbak, emang diprogram gitu ya? Biar sekalian?" Dia menjawab, "Hehe.. nggak diprogram sih. Tapi memang udah dikasih lagi ini." Dalam hati saya bilang, "Ohh... kebobolan." Sekali lagi itu cuma saya batin saja.

Dari kedua kejadian itu jadi saya mikir. Ternyata anak kedua dan selanjutnya itu jarang yang memang diprogram ya kehamilannya. Malah seringnya kebobolan. Tapi kalau anak kedua masih banyak yang memang diprogram sih. Lalu...

Saya ini kan anak ketiga, jadi... -_-'

Karena penasaran dan sebenarnya hanya ingin tahu saja. Saya juga tidak akan melakukan apa-apa setelah tahu. Saat sedang berdua dengan ibu, sambil ngemil keripik singkong saya tanya. "Bu, dulu waktu hamil anak ketiga (nggak to the point) memang diprogram hamil apa nggak sih?" Sebentar ibu diam, sepertinya sedang memilih jawaban terbaik. 

Sambil senyum ibu jawab, "Dulu sih memang pas berhenti KB karena kalau KB jadi gampang sakit, trus nggak lama hamil Anggun. Memang kenapa?" Sambil meringis saya jawab, "Nggak apa-apa :D"

Dalam batin lagi saya simpulkan, jadi ibu kebobolan waktu hamil anak ketiga (saya). Haha.. Sesuai dugaan. Tapi setelah saya ingat lagi, semua anaknya tetap diberi kasih sayang yang sama oleh kedua orang tua saya. 

Apalagi saya anak perempuan satu-satunya dan punya dua orang kakak laki-laki. Kata orang sih, pasti dimanja banget. Sebenarnya disebut dimanja tidak, tapi saya merasa beruntung. Karena merasa sangat dijaga dan dapat banyak perhatian dari orang terdekat.

Dan dulu juga babe selalu cerita tentang sebelum saya ada. Karena anaknya laki-laki semua, jadi tidak akan berhenti punya anak kalau belum punya anak perempuan. Untungnya urutan ketiga langsung dikabulkan, coba kalau sampai urutan 11. :D
Dari cerita babe ternyata saya nggak kebobolan-kebobolan banget lah. Karena masih diharapkan walaupun di waktu yang tidak direncanakan.

Sampai saat ini alasan kenapa banyak orang tua menunda memiki anak kedua ketiga dan seterusnya, saya belum tahu pasti. Mungkin karena dalam proses mendidiknya merasa belum cukup. Atau bagaimana beratnya menjaga bayi saya juga belum benar-benar tahu. Karena belum merasakan menjadi orang tua.

Tapi bagaimanapun anak adalah anugrah dan titipan berharga. Itu yang saya lihat dari orang-orang yang sudah mempunyai anak. Rela memberikan segala yang terbaik untuk anaknya tanpa mengharap imbalan.

Banyak yang menginginkan anak tapi belum diberi izin oleh sang Pemilik izin. Sebaliknya ada juga yang diberi kepercayaan untuk mendidik banyak anak.

Teringat dulu dosen yang tidak sengaja menceritakan anak keduanya yang sulit dinasihati. Beliau bilang kalau hal itu karena kesalahannya. Dulu saat mengandung anak keduanya ini, beliau seperti menyalahkan keadaan. Karena anak pertama masih berumur satu tahun.

Beberapa kali menyalahkan suami karena hal itu. Beliau saja saat bercerita dengan sedikit terisak, tapi air mata tidak sampai menetes. Sesak begitulah. Entah bagaimana beliau bisa menyimpulkan hal itu menjadi kesalahan yang harus dipertanggungjawabkannya. Karena ketidakikhlasan mengandung anak kedua sehingga anaknya sulit beliau kendalikan.

Mungkin itu hanya sugesti beliau atau mungkin memang berhubungan. Karena antara ibu dan anak ada ikatan batin yang tidak terlihat. Ikatan batin yang sehat pasti akan menghasilkan sikap yang sehat juga. Wallohualam.


Bagaimanapun ceritanya, mau kebobolan atau memang tendangan bunuh diri. Orang tua akan selalu menyayangi anak-anaknya. Dan saya sebagai anak juga sayang dan bangga menjadi anak ketiga dari kedua orang tua saya. Karena bila bukan anak beliau berdua, saya tidak akan menjadi saya yang hari ini bisa mempunyai rasa bangga. Saya saja dulu yang bangga, mudah-mudahan nanti gantian. Orang tua yang bangga terhadap saya. Titik dua bintang bu, pak :*

Kombinasi Antara Kesadaran Peran dari Guru, Siswa dan Orang Tua dalam Pendidikan

Memutuskan untuk melanjutkan studi setelah lulus SMA menjadi hal yang membingungkan dulu. Harus memilih jurusan apa saat kuliah. Karena memang saat itu perencanaannya kurang baik. Malah cenderung hanya ikut-ikutan teman.

Setelah mendapat saran dari guru dan orang tua akhirnya ditentukan satu pilihan. Melanjutkan sekolah di fakultas keguruan. Berharap bisa menjadi seorang guru yang bahkan belum terbayang bagaimana cara menjalaninya.


Pertimbangan dari ibu yang merupakan pendapat berdasarkan pengalaman. Dimana ibu berprofesi sebagai seorang guru. Beliau bilang bahwa jika seorang perempuan akan lebih cocok berprofesi sebagai guru.

"Kalau menurut ibu, perempuan itu cocok jadi guru. Kenapa? Karena nanti saat berumah tangga. Saat tanggung jawabnya bertambah, yaitu anak dan suami akan lebih mudah membagi waktunya. Coba bayangkan, kalau profesi dibidang kesehatan. Anak kita sedang sakit, trus malam-malam ada pasien yang datang. Apa nggak sedih? Kalau guru kan kerjanya cuma setengah hari. Banyak liburnya juga. Misalnya anak sakit bisa izin tidak mengajar. Tapi murid tidak terlalu dirugikan dengan diberi tugas sebagai pengganti sementara."

Atas pemikiran simpel dari ibu akhirnya saya mantap dan akhirnya nyemplung juga ke fakultas keguruan. Pekerjaan mulia, kerja setengah hari, banyak libur, dan bisa mengurus anak dan suami (saat sudah berumah tangga).

Simpel banget. Bayangan saya dulu menjadi guru sangat mudah saja saat menjalani. Karena pekerjaan yang tidak perlu lembur.

Tapi setelah lulus dan benar-benar menjadi guru, rasanya tidak sesimpel ekspektasi awal. Guru yang sebelum mengajar sudah dipenuhi tuntutan seperangkat pembelajaran. Masih harus menghadapi murid-murid modernisasinya.

Guru mengajar siswa di sekolah
Mengajar siswa modernisasi

Bukti dari ketidak simpelan pengajar sudah banyak viral di pemberitaan online. Guru yang mencoba memberi hukuman pada murid demi kedisiplinan, kemudian masuk bui karena orang tua tidak terima.

Paling parah dan sedang heboh diberitakan adalah seorang guru yang meninggal setelah dianiaya muridnya sendiri. Miris dan teriris mengetahui orang yang satu profesi berakhir tragis dalam tugasnya.

Hormati gurumu sayangi teman. Itulah tandanya kau murid budiman
Kenyataan berkata lain dari pesan lirik lagu legenda anak-anak sepanjang masa itu. Guru budi harus gugur ditangan murid jagoannya. 

Apa sebenarnya yang salah dari semua yang terjadi? Apa guru memang sudah tak begitu penting lagi? Apa perlu ada mata kuliah bela diri di fakultas keguruan? Apa memang semua sudah bisa tanpa bantuan guru? Apa karena sekarang banyak yang "bisa" berkat dewa gadget dan malaikat internet?

Dari sekian kasus antara guru dan murid harusnya menjadi sebuah perenungan. Kenapa bisa sangat berubah antara dulu dan sekarang? Tak bisakah moral dan sopan santun tetap lestari di jiwa tiap generasi?

Guru harus instropeksi diri, sudah menyadari apa saja tanggungjawab dan apa saja kesalah langkahannya.


Paling utama adalah guru yang harus melakukan refleksi diri. Menyadari apa tugas dari profesinya. Guru dituntut tidak hanya mengajar, tapi juga mendidik, mengasuh dan membentuk karakter diri siswa.

Guru mengajar di kelas sma
Guru mencari kesalahan mengajar

Menciptakan suasana belajar yang nyaman dan welas asih. Tidak melulu tentang hukuman karena kesalahan tapi ketika ada prestasi, reward tak pernah dilancarkan.

Guru sebagai peran utama yang menciptakan adanya rasa membutuhkan dari siswa. Perasaan butuh akan muncul karena ada rasa nyaman dan tenang. Jika suasana sekolah seperti dalam penjara, apa mungkin ada rasa membutuhkan. Malah rasa yang tertanam adalah rasa terbebani, terkekang dan terpaksa.

Hal ini sebenarnya sedang saya pelajari. Mencari bagaimana cara memperoleh hubungan saling membutuhkan. Agar sekat antara guru dan siswa tidak semakin menebal. Bukan sekedar mengajar, selesai lalu pulang. Tapi juga bukan berarti terlalu ikut campur terlalu dalam di kehidupannya.

Memilih sabar dalam sikap tegas menghadapi anak yang menggemaskan (baca: kemeplak, kemampleng dan njemotos). Dibanding memperlihatkan kemarahan yang meluap.

Guru yang diberi wewenang untuk mendidik oleh orang tua harus bekerja sama satu sama lain. Melaporkan perkembangan anak kepada orang tua atau wali selama di sekolah. 

Siswa harus menyadari bahwa dirinya sebagai anak dan pelajar


Setelah guru mampu menempatkan tugasnya dengan baik. Maka siswa akan tahu batas dan sikap yang bagaimana ia harus tanamkan.

Siswa tidur di dalam kelas saat belajar
Siswa mengetahui kapasitasnya 

Selama seseorang berproses di sekolah, ia memiliki dua peran dalam hidupnya. Sebagai anak dan sebagai pelajar. Ia perlu menyadari bahwa dirinya harus menjalani peran keduanya dalam satu waktu. 

Bukan hanya di rumah ia berperan sebagai anak, di sekolahpun sama. Menjadi seorang anak yang diatur dalam seperangkat peraturan sekolah yang wajib ia taati. Peraturan dibuat untuk ditaati bukan dilanggar seperti guyonan yang sering diterapkan selama ini.

Sebagai seorang pelajar ia harus menjaga sikapnya di dalam maupun di luar sekolah. Ia harus mencerminkan sikap intelektual pada masyarakat. Sehingga rasa saling menghargai satu sama lain akan tertanam dalam dirinya. Hingga akhirnya terbiasa dan diterapkan terus menerus setelah ia lulus dari studi formal.

Semua itu tidak lepas dari peran guru di sekolah. Siswa harus memiliki rasa memiliki dan membutuhkan dukungan guru selama studi. Tempatkan guru sebagai orang tua kedua agar sekat tidak terlalu renggang tapi tetap ada batasan.

Tidak semua anak di jaman ini yang kehilangan sopan santunnya. Tapi juga tidak sedikit anak yang mencerminkan kemunduran dari sikap terpuji ini. Mereka terlihat sedang mencari perhatian lebih dengan melakukan hal yang semaunya sendiri. Maka sebaiknya beri perhatian lebih pada anak tipe ini.

Peran orang tua sebagai pendorong semangat anak bersekolah harus mendukung kedua belah pihak


Orang tua membutuhkan bantuan guru dalam proses belajar di sekolah. Tidak cukup hanya berpatokan pada, "Saya sudah bayar mahal untuk sekolah anak." Lalu menyerahkan tanggung jawab sepenuhnya pada sekolah.

Orang tua harus terus memantau perkembangan anak selama menjalani studi. Perkembangan dan ketertinggalan pada proses belajar anak harus dipahami.

Memposisikan diri sebagai orang yang adil dalam menyikapi setiap hal yang terjadi. Menjembatani antara anak dan pihak sekolah.

Bila anak didapati mengalami masalah sulit di sekolah, orang tua harus tahu betul akar masalahnya. Lalu mengkomunikasikan dengan pihak sekolah. Sehingga diperoleh solusi untuk menyelamatkan anak dari masalah yang makin parah.

Rel kereta api ayah dan anak bergandengan tangan
Orang tua menjembatani siswa dan guru

Agar mudah mengetahui hal sulit yang sedang dihadapi anak, tentu orang tua juga harus menjadi teman baiknya. Dengan demikian anak akan leluasa mengutarakan beban yang sedang ditanggungnya. Mengenali anaknya dengan baik maka bila ada perubahan tingkah laku dari anak, akan segera dideteksi dan diketahui penyebabnya.

***
Susah-susah gampang sebenarnya tugas mendidik. Baik mendidik diri sendiri, anak ataupun siswa. Hal yang masih terus harus dipelajari.  Perlu masukan dari pengalaman guru senior juga.

Memulai dengan menyadari dan menempatkan tugas dan kewajibannya dengan baik. Serta mengkombinasikan semua peran dalam komposisi yang adil. 

Sudah terlanjur ada dinding pemisah antara siswa dan guru. Kadang dinding tersebut merubah pandangan keduanya. Menempatkan posisi sebagai polisi dan buronan. Sehingga guru dilihat sebagai orang yang perlu diwaspadai siswa.

Harapan tentu saja tidak ingin ada lagi cerita-cerita tragis dalam dunia pendidikan. Hanya terdengar cerita tentang prestasi-prestasi anak bangsa yang tersebar di berita. Moral dan sopan santun yang selalu tersemat pada setiap diri generasi-generasi muda.

Bila jiwa dan sikap yang cerdas sudah melekat pasti akan menjauhkan diri dari hal merugikan. Ada cerita bandel pun, masih dalam batas wajar. Sehingga cerita saat sekolah akan selalu terkenang indah dalam memori. Kemudian dengan bahagia, diceritakan pada anak dan cucu penerus nanti. Lalu diterapkan dengan bijak saat periodenya bergulir berdasarkan pengalaman dari tetuanya. Bukankah begitu? (^_^,)9

7 Hal yang Biasanya Dialami Mahasiswa Saat Kuliah Kerja Nyata (KKN)

Kuliah kerja nyata (KKN) adalah bentuk kegiatan pengabdian mahasiswa kepada masyarakat setingkat desa. Demi mewujudkan tri dharma perguruan tinggi, pendidikan, penelitian dan pengabdian.

Kuliah kerja nyata universitas lampung
Kuliah Kerja Nyata

Tema ini muncul tiba-tiba, waktu diperjalanan mampir ke mini market. Tujuannya membeli minuman dingin berwarna yang rasanya manis. Selesai memilih, saya antri dikasir untuk membayar. 

Harus antri karena masih ada sepasang muda mudi yang sedang bertransaksi dengan mbak kasir. Kaos yang dipakai keduanya jadi menarik perhatian saya. Karena dibagian belakang kaos mereka ada lambang besar Perguruan tinggi, Universitas Lampung. Tulisan dibagian bawah lambangnya menunjukkan bahwa mereka adalah mahasiswa yang sedang melakukan kegiatan KKN.

Jadi teringat dulu pernah seperti mereka. Melaksanakan kegiatan KKN selama 40 hari di semester 6 demi gelar sarjana. Banyak suka dukanya, lucu menggemaskan juga. Beberapa kejadian yang paling  teringat dari pengalaman pribadi dan cerita pengalaman teman-teman. Sedikitnya ada 7 hal yang biasanya akan dialami mahasiswa saat KKN.

1. Tiba-tiba harus mengenal beraneka macam karakter orang dalam satu kelompok

Sebelum diberangkatkan ke tempat tujuan KKN oleh kampus akan diberi bekal ilmu terlebih dahulu. Tentang apa saja yang harus diketahui dan dilakukan disana. Jadi disinilah para anggota mengetahui siapa saja timnya.

Anggota dalam satu kelompok KKN berasal dari berbagai jurusan dan fakultas berbeda. Bila sebelumnya memang tidak saling kenal maka pertemuan pertamanya adalah saat pembekalan KKN tersebut.

Selama 40 hari seperti dipaksa harus mengenal, memahami, bahkan mempercayai tiap anggotanya. Bermacam karakter yang kadang aneh dan berbeda tiap individunya.

Anggota kelompok KKN berjumlah 12 orang dari berbagai jurusan. Berbeda dari daerah lain, desa kami ditempati dua kelompok KKN, jadi total jumlah anggotanya adalah 24 orang. Tiap kepala yang punya isi masing-masing dan beda-beda, harus tinggal dalam satu hunian tanpa dipisah gender.

Aktifitas rutin dari bangun tidur dengan muka bantal sampai malam akan tidur lagi. Hal itu untuk ke 24 orang ini sudah saling tahu dan akhirnya terbiasa. Bila dihitung 40 hari adalah waktu yang cepat dan singkat. Tapi saat dijalani menjadi hal yang sangat lama dan panjang. Suasana yang seharusnya damai, tak jarang terjadi cek cok dan tangis-tangisan. 

2. Kesusahan mendapat sinyal, ojek, dan angkutan.

Bentuk pengabdian masyarakat yang diposisikan di desa, bahkan terpencil. Sudah dapat dibayangkan fasilitas umum akan kurang menunjang disana. Transportasi umum ada tapi sangat jarang ditemui. Jadi kemana-mana harus mengandalkan kaki. 

Untungnya hanya diawal karena setelah seminggu disana, sudah ada beberapa anggota yang membawa kendaraan bermotor setelah kembali dari rumahnya. Jadi bisa lebih enteng bepergian.

Sinyal handphone hanya untuk beberapa provider saja yang sinyalnya kuat. Beberapa lainnya harus siap dengan cerita sms dikirim malam hari dan baru diterima siang harinya. Lalu dibalas sore maka akan diterima ke esokan paginya. Jadi bila terbiasa makan harus menunggu diingatkan oleh pacar maka hal itu akan sangat menyiksa lambung anda. :D

3. Mempunyai profesi-profesi baru yang tidak sesuai dengan jurusan kuliah

Program dan kegiatan yang telah disepakati dan dibentuk akan dilaksanakan oleh masing-masing penanggungjawab. Kegiatan selalu berinteraksi dengan masyarakat dan disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing tempat.

Tidak semua jurusan dan fakultas akan sesuai dengan kebutuhan di desa tersebut. Misalnya dari fakultas hukum mengajar TPA di masjid. Hal itu karena mahasiswa tersebut mampu membaca dan mengajarkan Al quran dengan baik. 

Mahasiswa jurusan manajemen menjadi instruktur senam minggu pagi. Tidak menjadi masalah karena ia rutin mengikuti senam di tempat tinggal asalnya, jadi ia mampu mengajarkan senam ibu-ibu di kegiatan KKN. Penerapan ilmu yang tidak diajarkan di jurusannya tapi ilmu yang didapat dari kehidupannya di luar kampus.

4. Kalang kabut saat dosen pembimbing lapangan inspeksi mendadak (sidak)

Kuliah kerja nyantai juga kadang dijadikan plesetan dari akronim KKN. Karena mahasiswa yang kadang masih bingung harus melakukan apa di tempat yang baru. Kadang kegiatan sudah dilakukan atau belum jadwalnya dilakukan jadi santai saja leha-leha di rumah.

Beberapa kali aman, tapi tidak saat inspeksi mendadak dosen pembimbing lapangan dilakukan. Tentu tanpa komando dan aba-aba. Semua kalang kabut mencari alasan sibuk masing-masing. Memutar otak menyiapkan alasan dan jawaban saat nanti ditanya-tanya dosen pembimbingnya.

Setelah dosen pulang, semua anggotanya akan otomatis melemaskan tubuh dengan hembusan napas panjang.
"Haaahhhh.. Lega. Hahaha" 

5. Terbentuk banyak kelompok di dalam kelompok

Pasti akan saling terbentuk kecocokan dan ketidakcocokan antar individu. Yang merasa saling cocok akan semakin akrab dan akhirnya membentuk kelompok atau bahasa gaulnya adalah geng. Lalu tanpa disadari akan terbentuk banyak kelompok berdasarkan tingkat kecocokan yang besar dengan anggotanya.

Sebenarnya lebih baik seperti itu, agar selama kegiatan berlangsung semuanya merasa nyaman dengan caranya masing-masing. Asal tidak ada satu geng yang mendominasi kelompok dengan tujuan menguasai.

Pengalaman KKN dulu terbentuk 5 kelompok dalam satu rumah. Menjadi teman satu kamar, teman curhat walau tetap masih ada yang tidak akur. Tiap kamar berisi 4 sampai 6 orang dengan ukuran ruang kamar 4 x 4 meter. 

Tidur beralas kasur tipis dengan posisi hanya bisa satu gaya. Karena saat tidak sadar tidur dengan gaya bebas akan disepak teman tidur sebelahnya. Ruangan itu bukan hanya untuk tidur saja, tapi juga tempat untuk menumpuk barang bawaan ke enam orang penghuninya ini. Yap, semacam penampungan korban bencana alam memang. :D

6. Anggota kelompok dominan mempunyai jadwal yang sama, jadi banyak yang dilakukan bersama

Karena kegiatan sudah teragenda jadi jadwal pokok kelompok ini hampir sama. Tiap hari minggu menjadi seperti jadwal cuci baju bersama. Tempat laundry sudah jangan terlalu diharapkan. Di desa tempat KKN dulu belum ada. Jadi semua cuci baju sendiri. Sampai proses penjemuranpun berderet-deret. Jadi tidak heran kalau ada seragam atau baju dalam yang harus tertukar karena mirip. Untungnya beda ukuran. Heeee...

Airnya? Ada sumur di rumah dengan mesin sanyo yang sedang rusak. Menimbalah kami kalau ingin buang air, mandi dan cuci baju. Walaupun ada anggota laki-laki tapi tidak semua pekerjaan berat diserahkan kepada mereka semua. Tepatnya kalau masih bisa dikerjakan sendiri ya lakukanlah seperti menimba air itu tadi, walaupun perempuan.

Lucunya, ada beberapa yang baru pertama kali menimba air seperti ini. Jadi karena tidak kuat kalau harus menahan beban timbaan dengan cara menarik tali berulang-ulang. Setelah ember di dalam sumur sudah terisi, tali timbaan itu ditariknya panjang-panjang menjauh dari sumur. Lalu dibantu teman lainnya untuk mengambil ember hasil timbaannya. Setelah itu baru dipindahkan airnya ke bak penampungan. Coba ada Dilan disana, pasti bilang, "Dilan, ternyata menimba air itu berat aku nggak kuat. Udah kamu aja ya."

7. Kisah cinta sepanjang KKN, berlanjut ke pelaminan, atau juga ada yang cinta kandas karena KKN. 

Kisah kasih nyata, kadang ada yang menyebutkannya seperti itu dengan nada bercanda. Karena memang setiap periode KKN pasti akan ada cerita asmara di dalamnya. Entah dari sesama anggota kelompok, dengan anggota antar kelompok atau anggota KKN dan warga.

Hal itu sangat mungkin terjadi, karena rutinitas yang selalu dilakukan bersama. Makan, minum, mengobrol, bercanda, kerja dan lain sebagainya. Hingga akhirnya menumbuhkan benih-benih cinta.

Untuk yang sama-sama single, tidak akan jadi masalah, malah justru bahagia. Tapi ada juga yang sudah saling mempunyai pacar tapi masih terlibat cinta lokasi di tempat KKN. Ada yang aman saja dan berakhir hanya sampai kegiatan KKN selesai. Tapi ada juga pacar barunya yang sampai kena damprat pacar pertama. Lucu. :D

Paling so sweet itu ada yang dipertemukan di lokasi KKN dan setelah lulus kuliah berakhir dalam satu rumah tangga. Tapi juga ada yang paling pahit yaitu ketahuan selingkuh dari pacarnya kemudian putus. Tapi pada akhirnya, selingkuhannya menikah dengan orang lain. :D

***
Begitulah beberapa cerita yang akan dialami mahasiswa yang sedang berkegiatan KKN. Berdasarkan pengalaman yang sudah dilewati dan dilengkapi cerita teman dengan kegiatan yang sama. Untuk cerita dan kisah detailnya pasti berbeda dan punya versi masing-masing. Tapi secara garis besar, semuanya sama seperti yang telah dijelaskan di atas.
Semua itu pengalaman yang sangat berharga, dimana diri harus bisa beradaptasi dengan lingkungan dan orang-orang baru. Mampu menempatkan dan menghilangkan kebiasaan yang tidak sesuai di tempat baru. Walaupun untuk penerapan ilmu belum maksimal tapi setidaknya diriku pernah berjuang sudah punya cerita mengabdi. Sekian.   \(^.^)/