9 Tips Saat Menjadi Mahasiswa Tingkat Akhir



Problematika mahasiswa tingkat akhir adalah menyelesaikan tugas akhir, skripsi, tesis ataupun disertasi. Banyak galaunya di masa itu, ada-ada saja problemnya. Nah kali ini aku akan berbagi pengalaman dan tips saat menjadi mahasiswa tingkat akhir

Kadang kalau orang yang mudah menyerah akan berhenti di tempat, padahal tinggal selangkah lagi ibaratnya. Kalau sudah menyerah begitu malah makin susah, makin banyak beban dan biaya. Beban tanggung jawab dan biaya spp yang masih terus harus dibayar selama masih berstatus mahasiswa, apalagi kalau masih dibayarin orang tua. Biasanya yang berhenti di ujung seperti itu baru akan mulai bergerak lagi ketika sudah dapat surat peringatan pra D.O dari kampus karena batas waktu jadi mahasiswa sudah hampir habis. Sebagian ada yang memilih untuk pindah ke kampus lain yang bisa langsung lulus. Ada juga yang memilih untuk sama sekali tidak diselesaikan. Alasan yang menyebabkan hal-hal buruk seperti itu bervariatif antara sesama mahasiswa. Ada yang karena dosen pembimbing galak, sulit dimengerti kemauannya, ada juga yang dikarenakan perbedaan ide dan kemauan antara dosen pembimbing pertama dan yang kedua, masih banyak lagi contohnya. Kalau mentalnya mudah patah pasti langsung malas untuk meneruskan lagi karena down. Selain karena alasan dosen pembimbing juga ada saja alasan pribadi yang dijadikan kambing hitam tak selesainya tugas akhir. Berdasarkan pengalaman, aku jadi punya tips untuk para calon atau yang sedang menjadi pejuang skripsi, pejuang tesis dan semacamnya di luar sana.


1. Perencanaan 

Sebelum tiba semester akhir, judul harus direncanakan sejak awal. Sering membaca hasil penelitian kakak tingkat bermanfaat untuk penentuan judul. Saat pengajuan judul biasanya kita diberi pertanyaan-pertanyaan tentang argumen kita memilih judul tersebut. Kalau argumen kita tidak kuat dan mudah dipatahkan dosen pembimbing atau pembimbing akademik, ya judul kita akan ditolak. Jadi untuk mengurangi resiko kegalauan akibat ditolak yang berkepanjangan maka harus matang dalam pemilihan judulnya. Setelah judul diterima, buatlah urutan tugas-tugas yang harus dikerjakan terlebih dahulu agar nantinya tidak bingung. Walaupun belum matang setidaknya sudah punya gambaran apa yang selanjutnya harus dilakukan. 

2. Pemilihan Tempat Penelitian

Saat tiba waktu penggarapan nanti pasti akan ada fase penelitian. Pemilihan tempat penelitian penting juga untuk menentukan cepat atau tidaknya lulus. Tentu ini juga berdasarkan pengalaman pribadi dan teman-teman seperjuangan. Tempat penelitian yang direkomendasikan adalah tempat yang tidak terlalu jauh dari kampus atau tempat tinggal karena saat penelitian juga kadang kita bisa sambil bimbingan dengan dosen. Tapi kalau memang dosbing (dosen pembimbing) bisa bimbingan via email tidak masalah untuk penelitian di tempat yang jauh. Pengalaman penelitianku misalnya, walaupun kuliah di UNS (Universitas Sebelas Maret) Surakarta, aku bisa ambil penelitian di tempat asalku di Lampung. Pemilihan tempat penelitian juga pasti dengan persetujuan dosbing 1 dan 2 karena argumen kita yang kuat tentang pemilihan tempat tersebut. Selain itu juga adanya relasi atau link (kenalan) di tempat tujuan penelitian jadi faktor penentu lancar tidaknya penelitian. Cara ini tidak buruk kok walaupun sebutannya punya orang dalam karena toh ini juga tidak merugikan siapapun. Metode ini hanya memudahkan sistem administrasinya saja. Kadang kalau di tempat yang tidak ada kenalannya suka dicuekin, diputer-puter hanya untuk proses administrasi saja. Jadi terkendala juga akhirnya penelitiannya, makin lama lulusnya.

3. Rajin

Rajin membaca bahan-bahan yang sesuai dengan penelitian kita dan selanjutnya ditumpahkan dalam tulisan. Semakin sering kita membaca maka kita akan semakin mengerti tentang penelitian kita. Bagi yang muslim kita kenal istilah "one day one juz" maka saat mengerjakan TA, skripsi atau tesis kita punya istilah "one day one page", sedikit-sedikit saja asal rutin tidak masalah tapi kalau bisa lebih banyak justru lebih baik. Karena akan efisien bila pekerjaan dilakukan secara kontinyu daripada sistem borongan. Selain memang hasil sistem borongan itu asal jadi, efeknya juga ke sistem imun kita bisa drop. 

4. Hobi Bertanya

Wajar bila ada masa-masa malas saat pengerjaan tugas akhir, alasan yang sering muncul biasanya karena bingung dengan apa yang harus dikerjakan terlebih dahulu atau tidak tahu cara mengerjakannya. Bila ada dimasa ini jangan malu atau gengsi untuk bertanya pada teman atau kakak tingkat yang sudah lebih dulu paham. Biasanya setelah bertanya akan mendapat pencerahan dengan apa yang akan dikerjakan dan kemudian semangat dan lancar lagi untuk melanjutkan menulis. 

5. Tahan Banting

Mental yang harus tahan banting, jangan gampang melempem saat ada masalah yang menghambat. Semua yang sedang berjuang pasti mengalami hambatan, jangan merasa jadi satu-satunya orang yang paling sial dan menderita di dunia. Ketemu dosbing yang killer, hadapi saja, nurut, tetap hormat, sopan dan jangan membantah. Sebagai mahasiswa kita tahu UU perdosenan, Pasal 1 dosen tidak pernah salah dan pasal 2 bila dosen salah maka kembali ke pasal 1. Yakin saja, dosen itu juga manusia yang tinggal di Indonesia, makannya nasi juga. Kita tidak akan selamanya dipersulit karena beliau juga yang akan susah. Selain mahasiswa bimbingan beliau akan semakin menumpuk, juga mempengaruhi akreditasi program studi kalau banyak mahasiswa yang tidak lulus tepat waktu. Jadi jangan mundur, kamu hanya perlu terus maju maka kamu akan dipersilakan untuk lewat.

6. Backup data

Sempat mengalami kerusakan notebook saat sedang semangat-semangatnya mengerjakan, data terakhir revisi belum sempat dikirim ke email. Alhasil galau karena harus ketik ulang hard file hasil bimbingan terakhir padahal sebenarnya tinggal konfirmasi jadwal seminar, terhambat lagi karena teledor. Jangan sampai mengalami hal yang sama, simpan data yang berhubungan dengan tesis, skripsi dan sejenisnya jangan hanya pada satu tempat tiap selesai revisi. Buat salinannya di flashdisk, laptop teman dan juga kirim file ke email pribadi. Menghindari kegalauan dan kesedihan tiada guna seperti rusaknya fasilitas yang digunakan untuk penggarapan lebih baik dengan menyelamatkan file penting itu terlebih dahulu. Karena laptop juga akan lelah bila terlalu sering diajak begadang, bukan hanya tuannya. 

7. Olahraga

Menjadi orang introvert yang kerjaannya mengurung diri di kamar, konsentrasi baca buku dan ngetik di laptop sudah lumrah kalau melihat orang yang sedang mengerjakan skripsi, tesis dan semacamnya. Perlu sekali untuk berolahraga karena tubuh kita yang jarang bergerak justru akan ringkih dan gampang sakit. Sebaiknya buat jadwal olahraga disela-sela kesibukan supaya rutin dilakukan. Waktunya tidak perlu terlalu lama, setengah jam atau satu jam saja cukup. Rekomendasi untuk pemilihan jenis olahraganya bisa dengan jogging pagi atau sore hari sambil menyegarkan mata yang lelah karena terus menatap layar laptop. Selain itu juga bisa dengan olahraga dalam ruangan seperti mengikuti kelas aerobik atau fitnes, cocok saat musim hujan. Kalau memang sama sekali tidak ada waktu untuk berolahraga di luar, sederhananya lakukan beberapa gerakan senam di dalam kamar juga sudah bagus.

8. Refreshing

Hiburan juga diperlukan untuk merefresh tubuh dan pikiran yang sumpek karena bosan yang dilihat itu-itu saja. Efek sumpeknya bisa timbul perasaan jenuh, sulit ide, malas dan lain sebagainya. Apalagi kalau ada faktor dari luar yang menambah beban pikiran. Pergi liburan untuk beberapa hari, lakukan hal yang kamu senangi atau bercanda dengan teman-teman akan membantu menyegarkan pikiran yang penat sehingga pada saat perlu untuk memulai mencari ide-ide lagi akan lebih lancar. Ciptakan motivasimu lagi kalau ada yang menghancurkan satu yang sudah kamu ciptakan sebelumnya.

9. Berdoa

Kerja keras yang dibarengi dengan doa akan mendapatkan hasil yang memuaskan. Bukan hanya saat mengerjakan tugas saja sebenarnya tapi saat-saat galau melanda memang akan sangat terasa hebatnya doa. Sebagai muslim saya tentu menyarankan untuk jangan sampai melewatkan 5 waktu sholat wajib. Puasa sunah dan sholat sunah juga diperbanyak, apalagi saat mengerjakan tugas pasti waktu makan jadi tidak karuan, jadi daripada sakit mending puasa saja malah dapat pahala. Selain itu juga karena kebanyakan pejuang tugas ini adalah anak kost yang jarang ada yang menyiapkan dan mengingatkan untuk makan. Bagi agama lain pasti juga ada cara-cara yang intinya bisa mendekatkan diri selalu pada Tuhan. Sesuatu yang menyulitkan akan langsung selesai bila tangan Tuhan yang sudah bekerja, mintalah bantuanNya.

Demikianlah 9 Tips Saat Menjadi Mahasiswa Tingkat Akhir yang terpikirkan berdasarkan pengalaman pribadi dan teman-teman seperjuangan. Sebenarnya semuanya harus dengan niat yang kuat untuk menyelesaikan, sadar dengan tanggung jawab yang dimiliki. Berhenti di ujung jalan sama saja menyia-nyiakan perjuangan yang telah dilalui di semester-semester sebelumnya. Kenangan menjadi pejuang skripsi, pejuang tesis atau semacamnya akan sangat lucu untuk dikenang setelah lulus nanti. Sangat menarik untuk diceritakan saat kumpul dengan teman seperjuangan nanti setelah bertemu dikemudian hari. Semuanya akan mudah setelah sulit, jangan menyerah, kamu hanya perlu beberapa langkah lagi untuk bisa memindahkan tali toga dari kiri ke kanan. Semangat wisuda :)

Related Posts

4 comments:

  1. hahaa,, kyak udah pengalaman banget kakak ini? udah lulus kah kak??

    ReplyDelete
  2. Ya udah lulus dong. Itu berdasarkan pengalaman ๐Ÿ˜„

    ReplyDelete
  3. Coba aku baca tips ini sebelum lulus, hmm.. Bermanfaat banget nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sapa tau mau lanjut sekolah lagi ke jenjang yg lebih tinggi mbak ella ๐Ÿ˜„

      Delete