Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

4 Keberuntungan Ale Si Perempuan Penyuka Es Teh Manis

Alhamdulillah sudah khatam baca novel Perempuan Penyuka Es Teh Manis. Novel yang aku terima langsung dari penulisnya ini sukses buat baper hari mager ku di rumah. Aku mulai membaca dari sinopsis yang ada di sampul bagian belakangnya. Lanjut penasaran, rasanya ingin cepat-cepat tahu bagaimana cerita lengkap dalam buku yang sampulnya berwarna mirip coklat premium camilan yang biasa beli di Alf*mart. 

Perempuan penyuka es teh manis


Sebenarnya sudah sejak beberapa Minggu lalu selesai baca novelnya. Tapi karena sok banyak kesibukan akhirnya cerita pengalaman membaca novel ini baru disimpan di blog.

Walaupun bukan buku hasil karyaku tapi aku ikut bangga karena nama penulis yang tercetak adalah orang yang aku kenal. Selamat mbak Ita, semoga nantinya punya rak buku khusus yang terisi penuh dengan karya tulisannya sendiri. 

Itanopii adalah nama penulis yang terpampang di buku yang judulnya nyegerin ini. Kamu bisa berkawan dengan mbak cantik yang jago menata kata ini di instagram yang nama akunnya sama dengan yang ada di sampul. 

Bintang utama dari novel ini adalah Wikan dan Ale. Menceritakan tentang kisah pernikahan mereka yang anti mainstream dan banyak godaan. Wikan adalah sosok suami idaman yang mapan dan juga tampan. Dia dulunya idola cewek-cewek loh jaman SMA, 2/3 cewek di sekolah kesengsem dengannya. Sedangkan Ale adalah seorang istri yang tidak perlu memikirkan macam-macam pekerjaan rumah tangga, transferan uang jajan lancar ke tabungannya dan bisa melakukan hobi apapun. 

Sepandang mata yang terlihat kehidupan mereka normal saja, bahkan terkesan begitu sempurna. Tapi keterbatasan pandangan mata kita memang tidak bisa melihat yang tidak diperlihatkan. Sawang sinawang, yang terlihat belum tentu keadaan aslinya. Mereka nyatanya bukan benar-benar pasangan. Pernikahan mereka hanya sebuah kesepakatan agar selamat dari nyinyiran. 

“Kita sama, Le. Sama- sama patah dan entah kapan bisa sembuh. Malah, sepertinya kita memang tidak akan sembuh, karena kita tidak ingin. Hatimu berhenti di Davin. Aku tidak bisa berpaling dari Erika. Kita sama-sama tidak punya rasa. Tapi, kita sama-sama punya keinginan menua bersama seseorang yang bisa dipercaya. Aku percaya kita bisa menjalani ini berdua. Aku percaya kamu, Le. Bisakah kamu percaya padaku?” Wikan. Halaman 17

Mungkin mereka lupa bahwa selamat dari serangan nyinyiran “Kapan nikah?” akan memancing serangan susulan seperti “kapan punya anak?”, “kapan nambah suami/istri anak?”, “kapan meninggal?”. Pertanyaan 'perhatian' orang lain seperti itu memang menguji kesabaran dan ketenangan hati sih. Mengusik dan mengganggu pikiran yang tadinya memang sedang fokus mencari jadi buyar karena jengkel. “WaitApakah barusan aku curcol?” haha 

Baca Juga: 

Aku tidak berniat menceritakan semua tentang ke-uwuan antara Wikan dan Ale dalam buku ini. Seperti Wikan yang hobi mengelus kepala Ale, paham hal kecil kesukaan Ale atau semua treatment spesial Wikan ke istrinya. Nggak, nggak mau, baca sendiri saja dan silakan kamu baper mandiri ya. Kalau kamu penasaran ingin tahu cerita lengkapnya, boleh tanya aku di kolom komentar nanti aku bisa teruskan ke sang penulis. Tapi kalau ingin menghubungi penulisnya langsung bisa DM instagramnya @Itanopii. 

Walaupun tidak full spoiler, tapi aku akan membagikan beberapa hal yang sangat beruntung dimiliki tokoh utama wanita dalam cerita ini. Soalnya buku ini mengambil banyak sudut pandang dari tokoh wanitanya yaitu Ale. Sudut pandang dari Wikan ada juga sih pada beberapa chapter-nya. 

Dwikaniya alesha ibrahim atau lebih akrab dipanggil Ale. Dia mungkin akan sakau jika tidak bertemu es teh manis barang sehari. Dia lemah tanpa es teh, begitulah dia dikenal. 

Review Perempuan penyuka es teh manis
Dapat TTD Penulisnya


Di luar cerita tentang pergulatan perasaan Ale, dia punya sesuatu yang jarang dimiliki orang lain dan banyak orang yang menginginkannya. Hal yang menurutku membuat Ale mujur dalam novel ini adalah karena dia mempunyai empat harta karun ini. 

1. Sahabat banyak ngomel tapi care 


Semakin dewasa lingkaran pertemanan kita secara alami akan semakin kecil . Teman-teman yang awalnya segudang akan ter-filter dengan sendirinya, baru benar-benar menemukan teman yang bisa dipercaya saat semakin dewasa. 

"Lo naik apa? Jangan bawa motor, ribet!"

"Naik taksi online."

"Oke. Jangan sok akrab sama driver-nya kalo gak ganteng."

Isi Chat Hana dan Ale. Halaman 166-167

Keberuntungan pertama Ale adalah Hana. Sahabatnya sejak masih sekolah. Sampai sama-sama berkeluarga dan Hana sudah memiliki satu anak, pertemanan mereka masih tetap lengket. Saking dekatnya, mereka bisa mengatakan apa saja secara gamblang atau blak-blakan, terutama Hana. Banyak banyolan dalam cerita ini saat mereka berinteraksi. 

Walaupun lebih mirip omelan dibanding saran yang sering Hana berikan pada Ale, tapi itu sangat berarti menurutku. Punya seseorang yang menjadi tujuan menumpahkan keluh kesah kita bisa jadi penyelamat diri dari pikiran pendek putus asa. 

2. Mertua yang sayang 


Nah, ini pasti idaman semua menantu. Di luar sana pasti banyak yang ingin punya mertua sayang seperti ibu mertua Ale. Bayangkan saja, Ibu mertua yang punya usaha catering memiliki anak mantu tidak bisa membedakan bumbu dapur dengan benar. Kebanyakan yang terjadi adalah ‘habislah sudah riwayat sang mantu’. 

"...Biar setiap kamu lihat jari kamu, kamu bukan hanya inget Wikan, tapi selalu inget ibu, yang selalu sayang dan doain kalian berdua dimana pun kalian berada." Halaman 64

Tapi ternyata Ibu mertua Ale tetap sangat sayang dan perhatian. Perhatiannya sama seperti kepada anak kandungnya sendiri. Pasti mupeng dong aku, dalam hati berdoa juga supaya nanti punya mertua seperti itu. :D 

3. Suami Kaya dan Tampan 


Mantan personil Band dan pemain basket di SMA dulu. Wikan adalah bintang, hampir semua penduduk wanita di sekolah kepincut pesonanya. Otomatis otakku memvisualisasikan Wikan ini seperti oppa Korea yang kiyut dan glowing. Wah Ale beruntung banget dong. :D 

"Bassis. Aku bassis band paling hits masa itu." Wikan. Halaman 11
Bukan hanya tampan, dia juga kaya. Dari kerja kerasnya, dia berhasil membeli tanah dan membangun rumah yang ditempatinya bersama Ale sekarang. Punya mobil dan transfer dengan jumlah banyak untuk sang istri pun lancar jaya tanpa istri pakai acara ngambek siang malam. 

Hello girls, siapa yang tak mau dapat transferan dari suami tanpa diminta seperti Ale? Bukan sekedar matre tapi ini juga realistis. hehe 
Ya kalau ada kan mau loh tapi harus yang saling cinta yes. :D 

4. Dipertahankan orang yang dimau 


Cerita ini tidak semua uwu alias tidak semuanya romantis yang manis-manis. Ada juga tahapan mereka menghadapi godaan sampai hampir menyerah. Benar-benar nyaris berakhir. Ale awalnya tidak menyadari telah jatuh cinta pada suaminya. Lalu memilih berhenti bertahan karena menganggap di hati Wikan masih mantannya yang menjadi ratu bertahan. 

"...Dwikaniya alesha ibrahim. Nama yang ku janjikan pada Tuhan untuk kubahagiakan. Dan, aku tidak akan melepaskan ganggaman ini." Wikan. Halaman 272

Tapi Wikan yang terlambat menyadari perasaannya juga akhirnya harus meyakinkan Ale agar tetap bersamanya. Bukankah itu so sweet wahai cewek-cewek altet marathon drama korea? (>,<)

Dipertahankan orang yang dimau saat hampir menyerah dan tidak punya harapan. Mumbul banget ya dear. Haha 

*** 

Syukurlah akhir ceritanya happy ending. Kalau sampai dibuat akhirnya mengenaskan seperti mayat suami dzolim dipenuhi belatung atau suami kesetrum belut listrik karena menyia-nyiakan istri, mungkin aku bakal demo ke rumah penulisnya. Minta rombak ulang akhir ceritanya. :D 

Terimakasih mbak Ita yang sudah menciptakan karya dengan diksi enak disantap sebagai bacaan. Hiburan untuk badan yang mulai bosan dengan kegiatan berulang daring dan cuci piring. Sukses selalu. :)

11 komentar untuk "4 Keberuntungan Ale Si Perempuan Penyuka Es Teh Manis "

  1. Agak kaget pas baca, dalam hati berdoa juga supaya nanti punya mertua seperti itu. :D, wah berarti mbak anggun belum punya suami, kirain aku sudah.πŸ˜€

    Enak juga jadi Ale, tanpa perlu minta uang transferan masuk terus. Setuju mbak, bukannya matre tapi realistis menurutku karena apa-apa sekarang butuh duit. Bahkan orang yang bilang katanya duit itu ngga penting, kalo ngga punya duit juga pusing.🀣

    Jadi Ale ternyata suka es teh manis ya, kirain aku sukanya Ale Ale mbak, makanya dinamakan Ale.😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha belum laku mas. :')

      Aku tenang ini ada yg dukung kalau harus realistis. Laiya itu mas latar belakangnya, aku sering pusing ya gara-gara nggak punya duit itu. :D

      Iya juga ya ada minuman ale-ale penunda lapar itu. Tapi ternyata Ale ga suka ale-ale ya

      Hapus
    2. Wahaahaha... Om Agus bisa aja πŸ˜…

      Hapus
  2. wooooowww daebak mba anggun !!!

    ulasan yang sangat ciamik untuk novel karya sang sohibulnya mba anggun yakni mba ita, congraaats dulu ah buat mba ita yang sakseis membuat yang baca (((walaupun aku baru baca sinopsise secuil dari ulasan mba anggun ini))) tapi agak bikin wafer juga eeeh baper hihi..secara gw juga suka teh manis eaaaa γƒΎ(❀╹◡╹)οΎ‰οΎž❀~
    es teh manis kalik mbul hihi

    ah wes lah podo ae..: D

    oiya, bentar takkirain ini kebalik mba, maksude wikan yang cewe, ale yang cowo...ternyata oh ternyata...ale tuh panjangnya Alesha, jadi ale-nya yang cewe wikannya cowo hihi

    menarik juga ya konflik yang dibangun pada novel ini

    mulanya nikah kesepakatan (uda kayak drakor fullhouse), tapi akhirnya jadi cintrong beneran...yaiyalah mbul masa kumpul beda jenis kelamin tiep hari ga timbul gejolak2 pastinya ya aneh hihihi..

    bedewey, nyaris sempurna amat kehidupan si ale ini ya, uda macan ratu aja hihi, tapi emang kehidupan orang yang tampak dari luar itu sempurna bukan berarti jaminan kebahagiaan paripurnah dengab yang tak nampak dari luar, karena ya ternyata nikahnya 2 tokoh ini tadinya cuma semacam kompromi aja untuk melupakan mantan.....alhamdulilah aja endingnya sweet dan bikin mumbul karena masing masing ternyata bisa menumbuhkan rasa cinta dan akhirnya bersatu egein, jangan kayak sinertron indosiar nanti soundtracknya malah lagu kumenangis ahhahahahahha

    good review mba anggun
    γƒΎ(^-^)γƒŽ

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eyy mbak nita atlet drakor juga nih kayaknya.. pembuka komennya daebak dan tau salah satu drakor hits jaman semono, full house. Haha

      Begitulah mbak, pokoknya yg ga keliatan bakal ketutup dg kesempurnaan yg keliatan itu. Padahal hidup pasti ya ada sedihnya jg.

      Jadi pengen nerusin nyanyi aku mbak. Kebayang Rosa haha

      Hapus
  3. sepertinya menarik juga nih buku, kalau ada waktu saya mau beli ah, barangkali bisa menambah ilmu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe.. iya mas. bisa buat hiburan kalau suka cerita2 novel mas :D

      Hapus
  4. Jiyaaaah .. , kak Anggun sampai auto kebayang wajah Wikan ala-ala oppa Korea ... :)

    Dilihat cuplikan kalimat cerpen satu ini banyak celetukan lucu, ya ..., bikin cengengesan bacanya.

    BalasHapus
  5. Aku jd tertarik pengen beli bukunya mba :). Sinobsisnya bagus, apalagi happy ending. Penting, karena kalo sampe baca buku yg sad ending, aku bisa kebawa baper lamaaaaa hahahhaha.

    Kalo mau beli bukunya, hrs lwt mana yaa? Apa hubungin mba itanopii nya?

    BalasHapus
  6. Haloo mbak, salam kenal. Ini pertama kali aku berkunjung ke sini.
    Novel nya keren yaa. Apalagi yg nulis temen mbaknya sendiri..
    Btw, itu bisa beli dimana ya?

    BalasHapus
  7. kalau endingnya happy ending pasti yang baca udah ga sabar pengen cepetan sampe di bagian akhir akhir.
    kayaknya kok apik toh ya ceritanya, kayak aku aku gitu tsahhh hehehe, ceritanya relate sama circle dunia aku dan temen temen aku nih

    BalasHapus

Berlangganan via Email