Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Dengar Alam Bernyanyi dan Jaga Warisan Hutan Indonesia

Beberapa kali menonton film tentang masa depan seperti space sweepers dan sejenisnya kadang membuat aku berandai-andai. Bagaimana kalau benar terjadi 50 tahun lagi di dunia ini hutan sudah habis tak bersisa?

Jaga Hutan Indonesia
Jaga Hutan Indonesia 


Bisa jadi kita sudah bukan generasi yang hidup di masa itu. Tapi bagaimana dengan anak keturunan kita nanti. Bukan lagi Malin kundang, Timun mas, atau anak kancil saja yang akan jadi dongeng. Hutan bisa menjadi salah satu bahan cerita indah namun hanya sebatas kenangan yang tidak bisa diulang pada anak turun kita kelak.

Fakta Hutan Kebanggaan Indonesia


Hutan kita bukan hanya menolong kesehatan negara kita saja. Alam hijau kita adalah salah satu penyokong dunia ini bisa bernafas dengan baik. Karena label paru-paru dunia salah duanya ada di Papua dan Kalimantan. Tak pernah gagal #IndonesiaBikinBangga dengan segala kekayaannya.

Data Forest Watch Indonesia (FWI) menyebutkan bahwa sekitar 82 hektar daratan Indonesia masih tertutup hutan. Urutan ketiga di dunia adalah prestasi membanggakan untuk Indonesia dalam hal kepemilikan hutan terluasnya.

Tanah kita tanah surga.
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman.

Kamu pasti setuju dengan penggalan lagu Koes Plus yang berjudul kolam susu di atas. Selain penyumbang oksigen terbesar, hutan kita juga memiliki kekayaan flora yang luar biasa. Berbagai macam tanaman yang bisa dimanfaatkan dalam kehidupan kita seperti bidang kesehatan dan kecantikan banyak ditemukan di hutan kita.

Selain itu hutan Indonesia adalah rumah dan tempat berlindung berbagai macam spesies fauna. Mereka menggantungkan hidup dan melanjutkan generasi penerusnya pada rumah mereka ini.

Flora dan Fauna Hidup di hutan
Flora dan Fauna Hidup di hutan 


Secara garis besarnya, #HutanKitaSultan dan segala kekayaannya merupakan fondasi keseimbangan enam pilar kehidupan makhluk hidup. Enam pilar tersebut adalah udara bersih, air, keanekaragaman hayati, dampak sosial, kesehatan, dan iklim.

Satu hal yang tak kalah penting, hutan dengan suasana aslinya bisa jadi media healing-mu. Untuk kamu yang senang berpetualang, hutan pasti jadi tempat yang jadi tujuan menghilang sejenak dari segala tekanan yang menyesakkan dada. #HutanKitaSultan:D

Ancaman yang Dihadapi Hutan Kita


Kebanggaan alam kita ini sedang menghadapi ancaman yang luar biasa mengerikan. Sejak tahun 2004, UNESCO mengakui bahwa hutan hujan tropis Sumatra adalah warisan dunia. Namun saat ini statusnya masuk dalam kategori in danger atau terancam dan jika tidak ada pemulihan maka pengakuan tersebut bisa dicabut.

Ancaman serius ini disebabkan adanya pembangunan infrastruktur, perluasan lahan, pembalakan liar, perburuan liar dan lemahnya kebijakan pemerintah. Jika ditelusuri penyebab rusaknya alam kita sebenarnya adalah tangan kita sendiri.

Ketika pohon terakhir tumbang, sungai terakhir tercemar dan ikan terakhir mati, kita baru akan menyadari bahwa uang tidak bisa dimakan.

Jika sudah rusak manusia juga yang akan mendapat imbasnya. Bencana alam seperti tanah longsor dan banjir lebih mudah terjadi karena tidak ada media penyerapan air yang cukup. Apalagi saat musim penghujan datang.

Efek rumah kaca juga akan makin terasa jika hutan terus-menerus digunduli. Oksigen menipis tidak seimbang dengan konsentrasi karbon dioksida dan berbagas gas buangan industri yang membuat bumi semakin panas.

Bukan hanya manusia saja yang merasakan buah keserekahannya. Makhluk hidup lain yang tidak bersalah ikut menerima dampaknya. Hewan dan kekayaan tanaman banyak yang kehilangan habitatnya. Maka tidak heran banyak ekosistem penting yang makin sulit untuk ditemukan.

Langkah Sederhana Menjaga Hutan Indonesia


Kalau bukan kita siapa lagi? Kalau tidak sekarang mau nunggu sampai kapan lagi? Apa harus menunggu hutan Indonesia benar-benar habis dulu?

Warisan Generasi Muda
Warisan Generasi Muda


Jika diresapi, sebenarnya permasalahan ini sangat mengerikan. Bayangkan jika hutan memang benar habis dan keseimbangan alam tidak teratur. Sulit mendapat air bersih dan tempat nyaman. Bagaimana menjalani hari-hari seperti itu kira-kira?

Bukan hanya aku, tapi kita semua. Bukan hanya orang dewasa, justru generasi muda harus tahu langkah penting menyayangi dan menjaga hutan ini. Jangan hanya melihat alat di balik layar gadget saja tapi coba lihat langsung untuk jatuh cinta dengan kecantikannya. Mari #TeamUpforImpact dimulai dari sekarang agar kamu akan sukarela melakukan hal berikut ini.

1. Mengurangi penggunaan kertas


Menurut Purdue Research Foundation and US Environmental Protection Agency tahun 1996, mendaur 1 ton kertas dapat menyelamatkan 17 batang pohon. Selanjutnya menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, luas hutan Indonesia tahun 2017 adalah 133.300.543 hektar. Luasnya bisa bertambah menjadi 16.148.000 hektar di tahun 2045 jika penggunaan kertas daur ulang terus dilakukan, bukan dari penebangan batang pohon.

Jika cara ini didukung oleh segala lini masyarakat Indonesia pasti akan lebih mudah didapat tujuan yang diinginkan. Julukan paru-paru dunia akan lekat untuk hutan Indonesia dengan total luas hutan 149.484.543 hektar di tahun 2045. Bukan hanya negara kita yang bisa merasakan dampaknya, tapi semua itu #UntukmuBumiku.

Tapi bila memang sulit untuk menyamakan tujuan sekian juta penduduk Indonesia, coba langkah kecil dari diri sendiri dulu kita lakukan. Sederhananya, sebisa mungkin kurangi penggunaan kerta. Kalau memungkinkan masih bisa digunakan maka gunakan kertas yang ada sampai batas akhir penggunaan kertas itu.

Generasi muda pun perlu memahami gerakan ini agar memiliki batasan diri dalam penggunaan kertas. Apalagi hobi jajan di era sekarang yang banyak menggunakan kemasan berbahan kertas. Bisa disiasati dengan membawa wadah sendiri setiap pembelian.

2. Tidak merusak hutan


Kenalkan dan dekatkan dengan anak muda agar mereka jatuh cinta setelah merasakan sendiri pelukan hangatnya alam Indonesia. Bukan hanya menatap jauh dari tayangan layar bermusik jedag jedug.

Jangan lupa untuk menanamkan rasa memiliki pada anak muda bangsa ini. Jika mereka merasa memiliki, pasti rasa tanggung jawab untuk menjaga muncul secara naluri alami. Hal tersebut bisa menjadi kebiasaan saat berkunjung ke alam dengan tidak merusak dan tidak mengotori. Sebaiknya juga mereka melihat contoh dari seniornya yang selalu menjaga alam Indonesia.

3. Mendekatkan Hutan Lewat Karya dan Media Digital


Kita tahu bahwa generasi muda masa kini kemana-mana selalu ada smarphone dalam genggaman. Jadi strategi paling mantul untuk mengenalkan dan mendekatkan hutan pada mereka adalah dari hal terdekatnya tersebut.

Ciptakan hal menarik yang membuat rasa penasaran mereka muncul. Saat ini banyak media digital yang banyak diakses anak muda. Baik visual atau suara banyak pengguna muda disana. Jadi mereka bisa mendapat tontotan yang dapat membangkitkan rasa peduli terhadap hutan Indonesia yang kelak akan mereka warisi.

Setidaknya kita juga sadar bahwa jika mereka ikut merawat dari sekarang, maka ketakutan hutan akan menjadi dongeng masa lalu tidak akan terjadi. Mereka bahkan bisa mewariskan pada generasi selanjutnya kelak.

Ada salah satu sarana yang pas untuk mengkampanyekan rasa peduli akan hutan Indonesia ke generasi muda. Lagu Dengar Alam Bernyanyi hasil kolaborasi LALEILMANINO bersama Chicco Jerikho, Hivi! & Sheila Dara. Kamu bisa meresapi lagunya dari berbagai platform. Berikut kamu bisa akses dari youtube.


Kamu juga bisa dengarkan dari platform musik seperti Spotify dan Apple Music. Sebagai informasi, semakin banyak pendengar lagu ini dari berbagai platform yang tersedia tersebut royaltinya akan ditujukan untuk perlindungan hutan Indonesia. Mari dukung karya anak bangsa yang berdampak positif untuk alam Indoneisa dengan memutar #DengarAlamBernyanyi di berbagai platform.

Pandanglah indahnya biru yang menjingga
Simpanlah gawaimu, hirup dunia
Sambutlah mesranya bisik angin yang bernada
Dengar alam bernyanyi

Sedikit penggalan lirik lagunya sangat pas untuk generasi muda yang selalu sibuk dengan gawainya sampai tidak sadar ada sesuatu yang butuh perhatian. Ada keindahan yang hampir hilang mencoba menyapa sambil meminta bantuan. Semoga alam raya Indonesia bisa selalu terjaga sampai generasi turun temurun kelak. Jadi kita mewariskan hal baik pada mereka penerus kehidupan. Bukannya seperti menjebak mereka dalam dunia yang bahkan sangat mengerikan untuk ditinggali.

1 komentar untuk "Dengar Alam Bernyanyi dan Jaga Warisan Hutan Indonesia"

  1. Mba ku jadi jadi hafal lagu ini gara2 byk bgt yg posting di IG hahhaha, tapi untung lagunya enak di dgr ya, kaya makna juga

    BalasHapus