Penyebab Siklus Menstruasi Tidak Teratur Pada Remaja Dan Dewasa

Seperti yang sudah diketahui bahwa pada wanita dewasa yang normal biasanya akan mengalami menstruasi 12-13 kali dalam satu tahun. Namun kadang ada juga wanita yang mengalami masa haidnya tidak nomal alias tidak teratur. 


Sehingga menyebabkan wanita tersebut jarang mendapatkan haid atau sebaliknya. Kondisi tersebut sangat berbeda-beda pada wanita, namun aturan siklus haid yang paling normal adalah 26-28 hari. Oleh sebab itu dalam artikel kali ini akan memberikan informasi tentang penyebab siklus menstruasi tidak teratur pada remaja dan dewasa sebagai berikut:

1. Pengaruh Usia


Pada umumnya anak remaja perempuan yang berusia 10-12 tahun sudah mengalami menstruasi, namun siklus haidnya tidak teratur. Hal ini dikarenakan pada masa remaja usia tersebut, tubuhnya baru menyesuaikan diri dengan hormon tubuh yang berubah setelah menstruasi pertama. Setelah berusia 20-35 tahun siklus haidnya menjadi teratur. 

Namun menginjak usia 50 tahun, wanita akan masuk usia perimenopause yang merupakan tanda awal menopause. Dan pada masa menopause ini biasanya wanita akan mengalami masa haid yang tidak teratur, atau bahkan jarang menstruasi.

2. Kelainan Gigantisme


Kelainan Gigantisme ini merupakan suatu kondisi yang sering terjadi pada anak-anak perempuan remaja yang disebabkan oleh kelenjar pituitari yang menghasilkan hormon pertumbuhan yang berlebihan. Sehingga akibatnya pada tubuh anak tersebut akan terlihat sangat besar baik dari berat badan maupun dari tingginya. 

Selain itu perubahan hormon ini juga bisa menyebabkan tekanan untuk hormon estrogen dalam tubuh, sehingga seorang penderita gigantisme ini membuat seorang wanita menjadi tidak teratur siklus haidnya.

3. Tanda Kehamilan


Seperti yang sudah diketahui bahwa salah satu ciri dari seorang wanita yang hamil adalah terlambatnya menstruasi. Masa kehamilan dari seorang wanita dimulai pada saat sel sperma berhasil membuahi sel telur yang telah lepas dari ovarium dan masuk pada tahap ovulasi. 

Lalu sel telur akan menuju rahim dan terjadilah proses implantasi. Pada masa ini maka wanita tersebut tidak akan mengalami menstruasi hingga proses persalinan.

4. PCOS (Sindrom Polikistik Ovarium)


PCOS ini merupakan suatu kelainan yang sering terjadi pada wanita usia subur. Pada kondisi ini wanita akan memiliki masalah keseimbangan hormon estrogen, lalu akan menyebabkan munculnya banyak kista ovarium yan bisa membuat siklus haid menjadi tidak teratur. 

Bahkan yang lebih parahnya lagi kondisi kelainan ini bisa menyebabkan masalah kesuburan serta gangguan fungsi hati.

5. Endometriosis


Endometriosis ini merupakan suatu kondisi dimana sel-sel yang seharusnya melapisi bagian rahim mulai tumbuh di berbagai tempat lainnya seperti kantung kemih, panggul, ovarium, usus, dan rektum. Kemudian jaringan endometrium yang tumbuh akan mengental serta menyebabkan pendarahan berlebihan pada saat menstruasi. 

Endometriosis yang tumbuh pada ovarium sering menjadi penyebab timbulnya kista ovarium. Lalu masalah ini bisa berkembang pada saat sel yang tumbuh menyebabkan perlengketan dan jaringan parut di ovarium.

6. Hipotiroidisme


Hipotiroidisme ini terjadi ketika kelenjar tiroid dalam tubuh tidak mampu untuk membuat hormon tiroid yang cukup. Pada saat tubuh tidak memiliki hormon tiroid yang cukup maka bisa mempengaruhi proses metabolisme pada tubuh, gangguan fungsi energi dalam tubuh, tubuh terlalu banyak meminta senyawa kimia alami, sel sehat tidak terpelihara dengan baik, rawan tulang dan otot serta masalah gangguan reproduksi.


Itulah beberapa faktor yang bisa menyebabkan siklus menstruasi menjadi tidak lancar.

Jangan suka bangun kesiangan, nanti jodohmu dipatok ayam.

Related Posts

0 komentar: