Puncak Mas Bandar Lampung, Satu Lagi Tujuan Wisata Alam yang Wajib Dikunjungi

Kapan-kapan kalau singgah si kota tapis berseri, kota Bandar Lampung. Jangan bingung mau kemana. 

Banyak destinasi yang layak dikunjungi disini. Salah satu tempat yang enak untuk kongkow-kongkow adalah Puncak Mas.

Puncak mas

Baru sekitar setahun tempat ini dijadikan lokasi wisata yang ramai dikunjungi. Apalagi saat weekend dan hari libur. Bakal membludak pengunjung yang datang.

Dari foto-foto yang sliweran di sosial media, satu tahun belakang terlihat memang tempatnya asik dan menyenangkan. Instagramable banget lah bahasa netizennya.
Saya sendiri baru bisa menyambanginya belum lama ini. Tapi baru sempat ditulis di blog kesayangan. Sok sibuk sedang menempel manja di pikiran. ^^

Langsung bahagia disini

By the way, disini saya akan bagikan apa-apa saja yang saya bisa ceritakan tentang Puncak Mas yang berhasil saya kunjungi kemarin.

Lokasi dan Alamat lengkap Puncak Mas Bandar Lampung


Puncak Mas berada di Jalan Haji Hamim RJP, Tanjung Karang Barat, Sukadana Ham, Kota Bandar Lampung. Jam buka dari pukul 8 pagi sampai 9 malam.

Lokasinya mudah ditemukan. Letaknya juga dekat dengan destinasi lain. Seperti lembah hijau, alam wawai eco park dan summit bistro.

Harga Tiket Masuk Puncak Mas


Untuk memasuki kawasan wisata alam Puncak mas di Bandar lampung kamu cukup mengeluarkan kocek yang wajar-wajar saja.

Di gerbang depan sudah tertera harga karcis masuknya dengan tulisan yang besar. Lalu akan ada petugas yang siaga berjaga menukar lembaran karcis untuk kamu seharga 20.000/orang. Dan ditambah biaya parkir 10.000 untuk mobil.

Tiket Masuk Puncak mas

Untuk anak-anak di bawah 5 tahun tidak diminta membayar karcis. Jadi kemarin kesana dengan keluarga kakak yang punya anak tampan berumur 3,5 tahun, dia masuk kesana GRATIS.

Fasilitas yang Tersedia di Puncak Mas


Setibanya di lokasi saya langsung merasa suka. Konsepnya taman dan wisata alam, dengan fasilitas yang lengkap dan modern. 

Tempat asik untuk ayunan

Bagaimana tidak, kamu bisa lihat view kota Bandar Lampung dari sini. Karena memang tempatnya di di atas bukit.

Fasilitas gardu pandang banyak disediakan. Dengan berbagai desain dan ketinggian yang variatif. Seperti destinasi lain yang hampir sama konsepnya yaitu, teropong kota, muncak teropong laut, villa gardenia dan yang lainnya.


Ada beberapa bentuk gardu pandang yang berbayar. Jadi kalau ingin berswafoto dengan bentuk yang beda, kamu harus bayar 10.000 lagi. 

Sementara saat saya berkunjung, bentuk balon udara bertuliskan puncak mas yang berbayar. Tapi untuk yang lainnya free.

Rasanya lebih cocok datang kesini saat malam hari sih. Ketika semua lampu-lampu penghias dinyalakan. Dan seluruh kota Bandar Lampung terlihat seperti miniatur di bawah langit hitam yang kelap kelip dari atas sana.

Dan bayangkan kalau kesana bersama sang pujaan hati yang sudah dicap halal. Dinner berduaan saja, sambil berbincang-bincang. Aahh sudahlaah...

Nyantai walaupun bukan di pantai

Banyak disediakan tempat-tempat duduk yang kece badai. Gazebo-gazebo yang rapi dan ayunan yang unyu. Jadi kalau ingin mengamati sekeliling maka banyak tempat yang bisa ditempati.

Foodcourt di Puncak mas juga tersedia dengan berbagai macam penganan yang siap mengisi perut kemrucuk kamu. Jadi kalau tidak bawa bekal, tetap bisa makan disini, yang penting bawa uangnya.

2 Bangunan yang tinggi mushola
Dan yang diapit foodcourt

Mushola dan Toilet sudah disediakan juga oleh pengelola puncak mas. Dan yang saya jadi merasa kagum lagi. Tempatnya terpisah antara laki-laki dan perempuan.

Oiya untuk musholanya saya sempat kaget. Sensasi sujud bakal beda disini, karena tempat sholatnya juga dibuat tinggi alias didesain seperti gardu pandang. Keren deh. 

Tapi sayangnya tidak sempat mencoba sensasinya. Karena kemarin datang di hari jumat sebelum dzuhur. Jadi ketika mendekati jam 12 kami putuskan untuk meninggalkan lokasi mencari masjid karena kakak harus menunaikan kewajibannya.

Lahan parkir tentu tidak usah khawatir. Tersedia luas dan muat untuk parkir bus pariwisata yang datang dengan rombongan.

Setelah fasilitas umum yang sudah saya sebutkan. Masih ada fasilitas lain yang menjadi daya tarik puncak mas. Dan tidak semua destinasi menyediakan fasilitas seperti ini.

Panggung live music. Saat tertentu panggung ini bisa menjadi hiburan pelengkap yang disediakan disini. Menurut petugas yang saya tanya disana, saat malam atau weekend panggung live music ini mulai digelar.

Panggung live music

Tapi bukan berarti disana jadi sepi-sepi saja ya tanpa live music. Karena selama saya disana, dari tiba sampai pulang terus diiringi musik dengan berbagai genre.

Kira-kira saya sudah sampai 3 album pilihan yang diputar selama berkunjung. Dari lagu nasional sampai internasional. Dari kangen band, jikustik sampai Metallica.

Taman bermain anak-anak. Untuk yang ini yang membuat anak-anak bakalan betah kalau diajak ke puncak mas.

Taman bermain puncak mas

Ada jungkat jungkit, perosotan dan arena bermain lain ala-ala favorit anak. Jadi bisa ajak anak main disini sambil disuapin nasi, dijamin bakal sampai nambah. 

Dimomong anak

Setelah anak kenyang, bisa gantian. Orang tua yang dimomong sama anaknya. Adil sekali pemirsa. ^^

Zip bike buat kamu yang suka tantangan. Sepeda gantung yang bisa kamu naiki di atas seutas tali diketinggian kira-kira 10 meter. Panjangnya sekitar 15 meter.

Sepedahan aja jangan digantung

Untuk wahana ini, harus bayar ke kasir sebesar 20.000 rupiah. Baru nanti akan dibantu mas penjaganya untuk pemasangan safety. Dan kalau dirasa cukup akan ditarik kembali ke tempat awal naik tadi.

Safety zip bike

Modal penasaran ingin mencoba akhirnya naiklah bareng mbak. Kebetulan disediakan dua sepeda jadi bisa iring-iringan. 

Tapi tak terduga baru sampai 1,5 meter mbak udah minta ditarik sepedanya. Disusul saya yang ikut ditarik juga. Deg-degan banget, kayak ketemu kamu. ^^

Penginapan Puncak Mas. Cottege yang disediakan di Puncak mas ada dua jenis. Satunya diberi bandrol 300.000 per malam yang terletak di bagian depan dekat pintu masuk. 

Satu lagi yang harganya 500.000 per malam, letaknya di dalam dekat toilet umum dan foodcourt. Dari luar sudah terlihat nyaman tempatnya. Jadi kalau ingin bermalam disini bisa diwujudkan tanpa bingung-bingung lagi.

Rute menuju lokasi puncak mas


Ada 2 alternatif jalan berdasarkan arah datang menuju lokasi puncak mas. Berikut penjabarannya.

Plang masuk puncak mas

Menuju Puncak Mas Lampung dari Kemiling

Dari jalur dua kemiling akan ditemui palang besi yang selanjutnya melintasi jalan Imba Kesuma. Pada rute ini akan melintasi destinasi Lembah Hijau dan Bukit Mas. 

Setelah menemukan tugu duren sebagai patokan, ambil arah ke kanan. Disepanjang jalan akan sering ditemui papan penunjuk jalan menuju puncak mas. Maka ikuti saja jalurnya sampai ketemu papan selamat datang.
Menuju Puncak Mas dari Arah PDAM Way Rilau 

Dari arah Teluk betung berarti patokannya adalah PDAM Way Rilau. Ambil jalan arah ke Citaland sampai menemukan tugu duren.

Jika dari arah ini, maka setelah tugu duren ambil jalan ke kiri. Ikuti jalannya terus dengan memperhatikan petunjuk jalan dan plang selamat datang di Puncak Mas Bandar Lampung.

Jika dirasa masih bingung, maka pilih alternatif dengan menggunakan panduan Google maps. Jangan lupa untuk meng-update aplikasinya terlebih dahulu sebelum digunakan. Untuk menghindari tersesat saat penggunaannya.

Atau alternatif lainnya, bisa memesan jasa OJOL atau ojek online. Niscaya kita tinggal masukan tempat tujuan di aplikasi dan akan diantar ke puncak mas.

***
Bagaimana? Worth it kan dari harga karcisnya dengan suguhan yang kece disana. Berlama-lama disini tidak akan terasa saking nyamannya. 

Tempat kece yang sayang untuk tidak dikunjungi traveller. Jadi kapan kita janjian main kesini? Saya kalau ditawari kesini lagi masih tetep manggut-manggut mau kok. 

Tips: Ada beberapa yang harus diperhatikan saat datang kesini. Jika datang dengan kendaraan pribadi, maka perlu diperhatikan betul kinerja transportasi kita. 


Jalan menanjak menuju puncak mas

Karena tanjakannya cukup ekstrim dan berkelok. Untuk menghindari yang tidak-tidak lebih baik mempersiapkannya sebelum datang.

Menghindari datang saat akhir pekan atau liburan adalah waktu yang tepat untuk berkunjung kesini. Jika kesinu tujuannya lebih banyak untuk berfoto-foto. Karena waktu tersebut pengunjung akan sangat ramai. Dan untuk mendapatkan foto yang bagus akan lebih sulit.

Seperti itu pengalaman setelah mengunjungi salah satu tempat kece di Kota Bandar Lampung. Ingin mencobanya sendiri? Boleh. Happy Travelling. \^.^/

Related Posts

41 comments:

  1. Lampung juga ada puncaknya ya saya pikir Bogor saja yang punya Puncak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada mas dwi πŸ˜‚ tapi puncaknya beda nih πŸ˜…

      Delete
  2. Belum pernah ke puncak Mas Lampung, seringnya ke puncak Mbak Anggun. 😜

    ReplyDelete
  3. Heeemm!!! Cukup menarik ....terlebih kalau kepuncak mas ada sinyal XL axiata pasti wuussss!!! πŸ˜±πŸ˜±πŸ˜³πŸƒπŸƒπŸƒ

    ReplyDelete
    Replies
    1. 😱😱😱😱😱😱😳😳😳😳😳 itu sih amazing

      Delete
  4. Wahh lengkap banget!! Aku baru wacana doang nih pengen ke sana haha Semoga dalam waktu dekat bisa otop-otop di sana jugaaakk

    ReplyDelete
  5. Wah, Lampung poenya ni.. hehe

    Btw, sepertinya lebih cocok buat wisata keluarga ya, terutama buat yang bawa anak.. hehe

    Tapi menurutku harga masunya cukup mahal eh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyoiii..haha

      Iya sama keluarga boleh, pacar, gebetan atau mantan boleh og. Jomblo pun boleh πŸ˜‚πŸ˜‚

      Jo dibandingin sama solo to yaa hahaha

      Delete
  6. Lokasinya adem, cocok buat refreshing di alam sambil bikin foto-foto di spot panggungnya.

    Cukup lengkap ada warung penganan juga ya, perut kemrucuk iso ono obate ... biar ngga bunyi lagi 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener kak.. Asik tempatnya bikin betah.

      Haha tenang kak. Iso diobati neng kene πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Delete
  7. Dengsn harga tiket 🎫 20.000/orang dan 10.000 untuk mobil, saya rasa cukup murah untuk bisa menikmati keindahan alam 🌳 puncak mas lampung.

    Ijin bilang "keren 😎" untuk reportase yang begitu lengkap dari mbak anggun, sebagai bonusnya langsung saya share di g+ dan fb.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nuhun pisan mamang. Sudah dibilang keren. Masih dikasih bonus share fb dan g+
      Tidak ada nikmat yg aku akan dustakan lagi πŸ˜ŠπŸ™

      Delete
  8. kemarin keluargaku abis kondangan mampir puncak mas di lampung, tempatnya memang nyaman dan bikin anak-anak betah disana karena banyak mainannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahh punya kerabat di lampung berarti kak?
      Aku jg ngerasa gitu kak di puncak mas 😊

      Delete
  9. Rasanya ada yang terlewatkan atau memang sengaja dilewatkan, Jembatan Cinta!

    Jembatan penghubung antara dua hati menuju satu gejolak rasa. Tidak jarang juga dijadikan sebagai tempat tebar pesona dalam mengungkapkan segala yang terpendam di dalam dada. Yuhuu ...😎

    Btw, lama gak mampir ini blog nambah adem aja dengan nuansa baru berwarna biru πŸ‘

    ReplyDelete
    Replies
    1. πŸ˜‚πŸ˜‚ saya ga kuat nulisnya ttg itu bang. Takut kenapa2 wkwkwkwk

      Nanti aja kalau kesana lg sama sang pujaan hati. Eaaa

      Hehe iya ini lg eksplorasi warna yg cocok 😁

      Delete
  10. wah saya setuju banget jika anak balita tidak dikenakan tarif masuk, maklum anak kecil belum tahu apa2 juga

    pandangan pertama ketika masuk begitu asyik tulisannya gede banget, sangat jelas terbaca dari jarak jauh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Naah iya mas.. Tapi klo rombongan anak2 paud liburan kesini ga dikasih tarif bisa rugi juga πŸ˜‚

      Delete
  11. padahal , kalau maju lagi. sampai palembang ni mbak na

    ReplyDelete
  12. sudah lama sih denger adanya tempat puncak mas,, dari awal awal booming udah kepingin berkunjung ke puncak mas.. masih belum ke sampaian sampai sekarang. setelah baca reviewnya mbak anggun jadi kepikiran lagi dan pengen ngobatin rasa penasaran.

    trima kasih informasinya jadi tau jelas persiapan apa saja yang harus di siapkan sebelum berwisata ke puncak mas.

    ReplyDelete
  13. Ini mamtep banget view nya... Kalo yang dari luar Lampung rekomended deh pokoknya

    ReplyDelete
  14. duh, entah kapan bisa ke lampung

    ReplyDelete
  15. Bangunan musholanya terbuka macam gazebo gitu, apa ada dindingnya, Nggun? Dibayangan saya, pas baca part "merasakan sujud yang berbeda karena berada di ketinggian," itu musholla modelnya terbuka gitu, jadi bener-bener kena sensasi ademnya saat sujud karena kena sepoi-sepoi angin di perbukitan :D

    Tak kira itu sepeda bisa digenjot sampai "depan" sana, ternyata kudu ditarik kebelakang lagi.

    ReplyDelete
  16. Mantap Mba artikelnya, lengkaaap.. Alhamdulillah ya Lampung sekarang makin banyak tempat wisata. Ada satu lagi di Kedaung Kemiling namanya Buhe Itadara, bisa dicari di google map, itu pun nuansa alam, menurut warga sekitar kawasannya langsung berhadapan sama hutan kotanya Bandar Lampung. Cukup sejuk dan sering berkabut. Baru mulai buka dan ditata sih, jd belum banyak yang narsis berswafoto di sana..

    ReplyDelete
  17. Penasaran sama sepeda gantungnya, kayaknya asyik buat dicoba. Seru bisa melihat lampung sambil mengayuh sepeda, hehehe.
    Blognya baru nih, ups, hihihi

    ReplyDelete
  18. Tempatnya asyik banget untuk kumpul bareng keluarga. Fasilitasnya cukup lengkap, menjadikannya destinasi wisata yang layak untuk dikunjungi. Ternyata di Lampung ada Puncak juga ya.

    ReplyDelete
  19. mantep nih tempatnya view nya itu yang bikin ngga mau pulang hehe

    ReplyDelete
  20. hihi seru banget ya kak anggun, sekarang udah mulai banyak banget tempat wisata alam di bandar lampung , maybe nanti suatu hari bandar lampung bakalan terkenal nih kaya di Bandung dengan berbagai wisata alam dan kuliner yang bikin kangen

    ReplyDelete
  21. tempatnya worth it bgt tapi duitnya buat kesana yang kaga ada :D, kalo dari tempat saya nih jauh bgt, jawa tengah :D

    ReplyDelete
  22. Sepertinya menyenangkan, anak lanang pasti suka kalo main ke tempat ini. Banyak arena bermainnya...

    ReplyDelete
  23. Harga parkirnya itu lo, kok ya tergolong mahal. Turun separuhnya apa ya? :)
    Saya jadi ingin naik sepeda diseutas tali itu. Kira-kira jatuh kagak ya, takut ah.

    ReplyDelete
  24. Dulu waktu almarhum ayah masih tgs kerja di Lampung dan tinggal di Tanjung Karang, ga kehitung berkali-kali ke sana.

    Sekarang banyak sekali spot menarik di Lampung ya, termasuk Puncak Mas.
    Habis baca postingan ini jadi kangen Lampung nih....

    ReplyDelete
  25. aduh mendaki saya suka saya suka bisa buat perut gendut saya kempes

    ReplyDelete
  26. Konsepnya cenderung bukan wisata alam kalau menurut saya yah.. lebih mengarah pada memanfaatkan momentum bahwa kebanyakan orang suka banget sama selfie dan narsis.

    Penataannya juga memang diarahkan menghasilkan foto yang "wow", apalagi dengan adanya sepeda gantung.

    Pemandangannya sendiri sih normal saja. Hanya memang penataan dan warna yang diambil oleh pengelola akan sangat terihat bagus kalau di dalam foto.


    Kebetulan bukan April yang lalu berkunjung ke sana ke rumah adik dan sempat mampir kesini. Menyenangkan sih kalau bersama keluarga.

    ReplyDelete
  27. Yaa ampun, besok temen2ku mau ke lampung nggun. Mau ikut festival karakatau, tp apalah ku nggak dapat izin dr bapak karena masih masa pemulihan. Coba kl q dpt izin, kita bisa meet up yaa.. Bisa diajak jalan2 ke puncak mas

    ReplyDelete
  28. Lengkap bener artikelnya neng, mulai dari lokasi, rute, fasilitas nya dll, kalau gua menulis kayak gitu udah pusing kepala orang lain hehhe

    ReplyDelete
  29. sedih banget, padahal saya asal dari lampung mbak, eh malah gak ngerti... jadi pingin nangis... hua wawawa... ha ha salam kenal mbak.

    ReplyDelete
  30. Wajib di coba nih datang ke lampung.
    trimakasih atas usulannya ya mba

    ReplyDelete