Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Penyebab dan Solusi Mengatasi Anak Ngemut Makanannya

Anak pada usia baru mulai makan kebanyakan akan melakukan aksi mengemut makanan. Jangan memarahi anak dulu, coba cari penyebabnya baru tentukan cara menangani anak ngemut makanan saat makan. 

solusi anak tidak ngemut makanan
Anak Ngemut Makanan


Sebelum nanti menjadi orang tua, ilmu seperti ini sering aku pelajari. Bisa dari mana saja, banyak artikel atau video pemaparan ahli yang membahas ini. Juga dengan mengamati berbagai cara  menghadapi anak susah makan dengan ngemut makanan oleh orang tuanya yang pernah aku lihat. 

Kebiasaan ngemut makanan ini pasti membuat orang tua khawatir, frustasi dan jengkel. Apalagi kebiasaan ini bisa menyebabkan kerusakan gigi dan gusi bahkan dapat menyebabkan anak kekurangan nutrisi. Sebagai orang tua harus bisa mengatasi masalah anak suka ngemut makanannya, demi kesehatan si kecil. 

Apalagi anak yang tahan hingga berjam-jam ngemut makanan saat sesi makannya. Sebelum mengatasi masalah tersebut ada baiknya orang tua mengobservasi terlebih dahulu kenapa hal tersebut dapat terjadi. Karena tanpa disadari, penyebab anak melakukan hal tersebut juga bisa jadi dari orang tuanya. 

Ketahui alasan atau penyebab anak ngemut makanan yang sering terjadi, temukan dulu masalahnya baru kita tentukan solusinya. 

1. Ada masalah kesehatan di mulutnya 


Cek ke dalam mulut anak, apakah ada infeksi seperti radang atau sariawan. Gusi luka atau gigi mulai tumbuh juga dapat menyebabkan anak kehilangan rasa untuk mengunyah makanannya. Kelain sensorik anak juga bisa menjadi penyebab hal ini. 

Jika hal-hal seperti itu terlihat, sudah sewajarnya anak akan mengalami gangguan makan. Sebagai orang tua pasti insting seperti ini akan cepat disadari. Apalagi jika ngemut makanan bukanlah suatu kebiasaan untuk si anak. Masalah ini bersifat temporer karena disebabkan ketidak nyamanan mulutnya untuk mengunyah. 

2. Menu makanan itu-itu saja 


Menu makanan yang tidak bervariasi bisa juga menyebabkan anak ngemut makanan. Sebagaimana makan adalah salah satu proses tumbuh kembang anak, menyebabkan ia akan mengeksplor hal-hal baru. Dia akan menemukan apa yang disukai dan apa yang tidak disukai. 

Termasuk makanan juga, jika makanan yang disodorkan untuknya itu-itu saja tiap sesi makan. Maka sesi makan selanjutnya dia sudah menduganya dan tidak antusias untuk makan. 

3. Terlalu banyak makanan di mulutnya 


Anak cenderung ngemut makanannya bahkan berakhir dimuntahkan jika terlalu banyak makanan yang masuk ke mulutnya. Hal tersebut karena dia kesulitan mengunyah makanan dalam mulutnya yang kecil. 

Terlalu banyak makanan dalam mulutnya juga pasti sulit merasakan makanan yang diberikan. Seenak apapun makanan yang diberikan, sayang sakali anak tidak bisa menikmatinya. 

4. Ada kegiatan lain yang mengganggu konsentrasi 


Biasanya kegiatan ini berhubungan dengan gadget atau televisi. Ajarkan sang anak untuk menghentikan kegiatan tersebut saat sedang makan. Fokus anak yang sedang menatap tayangan yang dilihatnya akan membuat dia lupa dengan kegiatan makan itu sendiri. 

5. Tidak diajarkan makan dengan benar 


Masa transisi anak makan makanan cair ke makanan semi padat lalu padat harus diajarkan orang tua agar anak terbiasa. Karena mengonsumsi makanan cair dan padat tentu berbeda. Makanan padat perlu proses mengunyah dan menelan, bukan sekedar menyedot atau mengisap. 

Jika orang tua tidak telaten menghadapi anak mengemut makanannya lalu terus memberi makanan cair yang diharapkan sekedar mengisi perutnya. Maka dikhawatirkan setelah gigi anak tumbuh dengan lengkap namun belum mengerti cara mengunyah yang benar. Sehingga dia tidak tahu bagaimana makan yang baik, harus ditelan, dilepeh atau diemut saja. 

6. Memarahi anak ngemut makanannya 


Usia anak yang masih sangat membutuhkan bantuan orang tua, sudah pasti jika terjadi masalah maka tidak jauh-jauh penyebabnya adalah orang tuanya itu sendiri. Mungkin jika kesehariannya bersama pengasuh maka orang yang mengasuhnya tersebut lah yang jadi penyebabnya. 

Menghadapi anak yang mengemut makanannya memang akan membuat emosi dan tidak sabaran. Seharusnya sudah bisa melakukan kegiatan lainnya tapi harus menghabiskan waktu yang panjang hanya untuk menyelesaikan sesi makan sang anak. 

Jika orang tua meluapkan emosi dengan memarahi anak yang masih sangat bergantung pada orang tua malah membuat sang anak stres. Jika si kecil mengalami stres karena perlakuan orang tuanya bisa jadi dia makin melakukan protes dengan aksi GTM ( gerakan tutup mulut). 

Selain itu jika sering mengomeli atau memarahi sampai memaksa sang anak agar mau makan justru akan menciptakan penilaian pada dirinya bahwa makan adalah kegiatan yang menakutkan dan sama sekali tidak menyenangkan. Sehingga jika memasuki waktu makan dia akan teringat stres yang dia alami sebelumnya. 

Setelah mengetahui penyebabnya, selanjutnya kita bisa memberi solusi tepat agar anak tidak ngemut makanannya lagi. 

1. Sembuhkan masalah penyakit pencernaan anak 


Jika menemukan masalah setelah mengecek rongga mulut atau kerongkongan si anak maka harus menyembuhkannya terlebih dahulu. Berikan obat sesuai penyakit dan usianya. Namun agar lebih meyakinkan segera konsultasikan dengan dokter. 

Jika masalah mengemut makanan sudah terjadi dalam waktu lama, maka mendapat saran dari ahlinya dengan segera adalah langkah yang sangat bijak. Kegiatan makan yang berhubungan dengan saraf motorik jika ternyata terdapat kelainan akan sangat berakibat fatal jika tidak segera disadari dan ditangani ahli. 

2. Buat Variasi menu makanan 


Mengajak anak belanja bahan makanan dan membiarkan dia memilihnya akan membantu nafsu makannya baik. Melihat warna yang menarik dan mencoba sendiri makanan yang baru akan membuat dia bisa menentukan mana makanan yang disuka atau tidak. 

Selain itu, menu makanan yang variatif akan mencegah anak bosan pada menu itu-itu saja. Bila si kecil merasa tidak tertarik makan maka dia akan memilih untuk bermain atau melakukan hal lain. 

Memberi makanan dengan rasa yang unik pada si kecil juga bisa menjadi solusi anak tidak mengemut makananya. Jenis makanan pedas, asam atau dingin dapat membantu anak mengatur gerakan oral lebih efektif. Rasa unik yang mungkin belum pernah dia rasakan di lidahnya akan berguna membangun mulut kecilnya. 

3. Batasi camilan sebelum makan 


Makan yang merupakan proses naluriah manusia saat lapar. Bila sudah mendekati waktu makan jangan beri camilan lain terlalu banyak. Karena saat perutnya kenyang, anak tidak akan antusias untuk mengunyah makanan sehingga mengemut makanannya bisa saja terjadi. 

Menawarkan makanan kesukaan sebagai menu makannya untuk mengalihkan perhatian dari camilannya juga akan menambah antusias si kecil saat makan.

4. Ajak makan bersama 


Sebagai peniru ulung, anak akan menyontek dan meniru apa yang dilakukan orang tuanya. Maka ajak si kecil makan bersama. Sehingga si kecil akan mengamati apa yang kita lakukan di waktu makan. Tawarkan makanan yang ada dan biarkan dia mencobanya kemudian memilih. 

Kamu juga bisa sekaligus mengajarkan kebiasaan yang baik saat makan. Seperti tidak berbicara atau berlarian saat sedang mengunyah makananya. Membaca doa sebelum dan setelah makan, menghabiskan makannya dalam waktu tidak lama. 

5. Biasakan tidak melakukan kegiatan selingan saat makan 


Saat waktu makan biasakan anak fokus menyelesaikan makannya terlebih dahulu. Kegiatan selingan seperti menonton TV atau gadget bisa membuat anak lupa mengunyah makannya. 

Poin ini dapat didukung dengan poin keempat dengan mengajak makan bersama-sama. Anak akan fokus menyelesaikan makannya jika telah terbiasa. 

6. Ciptakan waktu makan yang menyenangkan 


Harus banyak stok sabar saat menghadapi anak-anak, apalagi anak sendiri. Jangan membentak atau memarahinya saat anak tidak menurut atau sedang susah makan. Hal tersebut justru membuat anak akan tertekan dan menganggap makan adalah hal yang tidak menyenangkan. 

Buat anak tertarik dengan makanannya atau bisa juga menyuapkan makanan dari piring kamu. Hal itu lebih menarik perhatian si kecil untuk menyantap makanannya. 

7. Jangan menyuapi terlalu banyak


Jika anak sedang tidak nafsu makan jangan memaksakan untuk terus makan, biasanya anak malah ngemut makanannya. Beri makan porsi yang lebih sedikit tapi sering. Beri jeda satu jam atau setengah jam kemudian sodorkan makan lagi.

Karena anak yang sedang tidak selera makan akan cepat bosan dan sesi makan yang biasanya cepat malah semakin lama. Jika sudah terlalu lama maka rasa dan aroma makanan yang sedang dihidangkan akan berubah kurang sedap.

solusi anak susah makan


Suapan yang terlalu banyak juga akan membuat si kecil kesulitan mengunyah. Sebaiknya beri suapan sesuai porsi mulutnya yang kecil. Agar proses mengunyah jadi lebih efektif untuknya.

*** 

Kesabaran yang tidak terbatas akan memudahkan kamu sebagai orang tua saat mengajarkan segala sesuatu pada anak. Si kecil yang selalu bergantung padamu, semarah apapun kamu dia akan terus berlari memeluk orang tuanya walaupun sambil menangis. Karena dia hanya tahu dan percaya bahwa orang tuanya sebagai pelindungnya. 

Jadi jika sikap anak mulai memancing kesabaranmu, ingat bahwa kamu sebagai orang tua yang menginginkan dia hadir. Kepercayaan sang penciptalah yang merestui dan mempercayakan si kecil ini padamu. 

Semoga artikel penyebab dan solusi mengatasi anak ngemut makanannya ini dapat membantu kamu yang mulai stres karena khawatir anak sakit ya. Tetap ingat, sabar. :D

9 komentar untuk "Penyebab dan Solusi Mengatasi Anak Ngemut Makanannya "

  1. Anakku yang pertama dulu seperti itu mbak Aries suka ngemut2 makanan terus dibuang...Yang saya tahu penyebabnya karena sambil bermain jadi makan tidak konsen..😊😊

    Kalau masalah lainnya sih enggak bersyukur cuma sebulan kesananya tidak lagi...Bahkan ada yang sampai berbulan2 malahan..😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. mesti sabar banget ya mas ngadepinnya. Eh btw ini anak dari istri ke berapa deh mas? hehehe

      Hapus
    2. Yang keberapa yaa kasih tahu nggak yaa..🤣🤣🤣

      Hapus
  2. menurut saya pnyebab yang paling sering itu adalah nomor dua ya teh, di mana tidak ada variasi makanan, jangankan anak, kita orang dewasapun bosan makan itu-itu aja, he-he

    salam kenal teh, kuanyu blogger from bangka belitung

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya ya mas.. kita aja jadi males makan tempe goreng kalau tiap hari, tapi mau gimana lagi kalau akhir bulan. :D

      Hapus
  3. Anak saya dulu memang suka ngemut kalo disuruh makan, ternyata begitu ya penyebab. Bisa jadi ia sedang sariawan atau bosan karena makanan nya itu itu saja.

    Sebaiknya ganti menu makanan tiap hari ya biar ngga bosan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas, divariasikan aja menu masakannya biar no ngemut lagi dia. :)

      Hapus
  4. Terima kasih buat ilmunya Mbak.
    Jadi bekal kalo udah berkeluarga nanti. 🤭

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama2 mas. ini juga simpanan ilmu saya nanti kalau berkeluarga rencananya. :D

      Hapus

Berlangganan via Email